Menteri Susi, Pamerkan Musim Penenggelaman Kapal Asing di Indonesia

©

Transbogor.co - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pagi ini bertemu dengan puluhan pengusaha Jepang untuk menawarkan investasi di sektor perikanan. Pertemuan ini digelar di Imperial Hotel, Tokyo, Kamis (31/5/2018).

Sebelum memaparkan kesempatan investasi perikanan di enam pulau terluar Indonesia, Susi menjelaskan kebijakannya menenggelamkan kapal asing. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kembali sumber daya perikanan dan kelautan Indonesia yang beberapa dekade lalu dicuri asing.

"Tadi dalam sambutan Pak Dubes (Jepang) saya keras sering tenggelamkan kapal, nggak ada kompromi memang betul. Sangat penting revitalisasi kembali sumber daya Indonesia karena dua dekade terambil puluhan ribu kapal langsung dan tidak menyejahterakan Indonesia," kata Susi dalam pertemuannya dengan pengusaha Jepang.

Susi Pamer Fenomena Penenggelaman Kapal di RISusi Pamer Fenomena Penenggelaman Kapal di RI Foto: Ardan Adhi Chandra

Langkah tegas Susi menenggelamkan kapal asing juga menjadi perhatian banyak pihak termasuk dunia. Dengan demikian, potensi hasil laut Indonesia kini menjadi lebih baik.

"Peneggelaman kapal menjadi isu nasional, kelucuan, pembully-an tidak makan ikan ditenggelamkan, tidak puasa ditenggelamkan menjadi hal yang lucu, tidak datang malam minggu ke tempat pacar ditenggelamkan. Tapi efek penenggelaman kapal jadi satu kata penegakan hukum menuju ekonomi kelautan dan perikanan bagaimana kita akhirnya bisa melihat potensi ekonomi begitu besar," jelas Susi.

Susi pun menyinggung komikus Jepang yang membuat gambar dirinya menenggelamkan kapal. Kebijakan tersebut sekaligus menandakan bahwa kebijakannya dikenal di dunia internasional.

"Sampai komikus Jepang harus buat cerita tentang hal penenggelaman kapal," kata Susi.

Hasil dari langkah tegas Susi pun mulai terlihat dari melimpahnya ikan di Indonesia. Bahkan ukuran ikan yang besar pun semakin mudah ditemui.

"Ikan banyak di mana-mana ukurannya lebih besar dan nelayan nggak perlu lagi menjauh (untuk melaut)," ujar Susi.

.