Dengar Shalawatan, Bule di Bogor Ngomel

©

Transbogor.co - Seorang warga Perancis, Frank Jean Pierre Schulthess, terlibat cekcok dengan warga Desa Tegalwaru, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. 

Penyebabnya, bule tersebut merasa terganggu dengan suara shalawatan yang berasal dari mushola yang berada tepat di seberang rumahnya. Schulthess lantas menegur salah satu ustad yang berada di mushola itu. Kejadian tersebut kemudian viral di dunia maya. 

Warga setempat, Kodir, menuturkan peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (2/6/2018). Saat itu, sejumlah santri sedang melakukan shalawatan menggunakan pengeras suara. Kata Kodir, tiba-tiba bule tersebut datang sambil marah-marah. "Kita sedang shalawatan, terus dia datang marah-marah tapi enggak ditanggapi," ucap Kodir, Senin (4/6/2018). 

Sambungnya, karena tak ditanggapi, bule itu kemudian mendatangi rumah salah satu ustad di sana. Ia lantas mengira, bahwa kegiatan shalawatan itu adalah karaoke. "Di rumah Pak Ustad, dia marah-marah sama sampai bilang mau blok mushola, mau dirusak maksudnya dia. Dia bilang, kita itu sedang karaokean," kata Kodir. 

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Bogor Ajun Komisaris Ita Puspita Lena mengatakan, kepolisian setempat sudah melakukan mediasi terhadap kejadian tersebut. Ita menuturkan, agar tidak terjadi reaksi keras dari masyarakat sekitar, pihaknya mempertemukan kedua belah pihak agar diselesaikan secara musyawarah dan kekeluargaan. 

"Kami juga libatkan MUI setempat, termasuk memeriksa identitas bule itu," sebut Ita. 

Berdasarkan pengakuannya, lanjut Ita, Schulthess salah paham dengan kegiatan shalawatan yang dimaksud. Dari penuturan istrinya, Asmini, Schulthess memang memiliki sifat mudah emosi.

"Dia menyadari atas tindakan yang diperbuatnya itu. Dia tidak tahu bahwa shalawatan merupakan kegiatan umat muslim," tutur Ita. 

"Dia juga sudah meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya itu," tutupnya. (kps)

.