Kota Bogor Mulai Cetak Hampir 14 Ribu e-KTP

©

Transbogor.co - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bogor mulai mencetak 13.990 Kartu Tanda Penduduk elektronik pekan ini. Proses pencetakan sempat terhenti karena kehabisan tinta selama hampir tiga bulan terakhir.

Kepala Disdukcapil setempat Dody Ahdiat memastikan blanko yang tersedia masih mencukupi untuk 23 ribu keping KTP. "Disdukcapil membuka pelayanan cetak KTP elektronik hingga 13 Juni 2018 dua hari sebelum Hari Raya Idul Fitri," katanya, Rabu, 6 Juni 2018.

Sejak percetakan beroperasi, Senin, 4 Juni 2018 lalu, Dody memperkirakan jumlah pemohon KTP elektronik mencapai 700 orang per hari. Total pemohon yang tercatat selama percetakan terhenti mencapai sekitar 17 ribu orang.

Dody memastikan proses pencetakan setiap KTP elektronik bisa selesai dalam satu hari. Namun, kelancarannya diakui tergantung pada kondisi jaringan internet, listrik dan gangguan teknis perangkat. Hambatan lainnya adalah status data yang akan dicetak.

Data yang bisa dicetak, menurut dia, hanya data Print Ready Record (PRR) sedangkan data yang masih ganda menunggu proses penunggalan data di Kementrian Dalam Negeri. Karena itu, Dody menyarankan para pemohon mengecek terlebih dulu datanya di laman resmi Disdukcapil Kota Bogor.

"Bisa dicek dulu di disdukcapil.kotabogor.go.id. (Pemohon) yang datang ke kantor bisa diwakilkan asal membawa surat kuasa. Ini untuk menghindari penyalahgunaan KTP elektronik," kata Dody. Selanjutnya, pemohon yang telah memastikan datanya PRR tinggal mendatangi kantor Disdukcapil untuk menyerahkan persyaratan pencetakan KTP.

Mereka diminta membawa Kartu Keluarga atau surat keterangan (suket) sebagai syarat mencetak KTP. Adapun bagi pemilik KTP elektronik yang rusak atau hilang harus membawa KTP yang bersangkutan atau surat keterangan kehilangan dari kepolisian.

Keterlambatan pencetakan KTP elektronik dikeluhkan sejumlah warga. Menurut salah seorang pemohon, Wilda (24), proses perekaman hingga pencetakan KTP miliknya memakan waktu hingga sekitar satu tahun lamanya.

"Saya terhitung cepat. Yang lain, tetangga saya sampai lebih lama lagi," katanya saat ditemui di kantor Disdukcapil Kota Bogor beberapa waktu lalu. Warga yang mengajukan permohonan pencetakan KTP di kantor tersebut harus rela mengantri karena permohonan serupa meningkat sejak percetakan beroperasi kembali.

Penyebab keterlambatan
Kepala Bidang Penyajian Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data Disdukcapil Kota Bogor Christina Ari Styaningsih meminta maaf atas keterlambatan dan ketidaknyamanan tersebut. Menurut dia, jadwal pencetakan KTP di Kota Bogor memang terlambat dari rencana awal.

Christina menduga keterlambatan itu akibat proses pencairan dana pengadaan tinta KTP baru turun pada akhir April 2018. "Disdukcapil awalnya menargetkan pencetakan pada akhir Mei 2018 namun ternyata baru terealisasi awal Juni 2018," katanya menyesalkan.

Ia menyebutkan jumlah data siap cetak hingga bulan lalu mencapai 13.990 keping KTP. Sedangkan data yang termasuk proses penunggalan di Kemendagri sebanyak 29.236 orang. Christina berharap tidak terjadi keterlambatan lagi karena kesalahan teknis di pemerintah pusat.

Hingga April 2018, Disdukcapil Kota Bogor mencatat jumlah penduduk yang belum memiliki KTP elektronik hingga 740.678 orang. Namun, sebanyak 711.051 orang di antaranya diakui telah melakukan proses perekaman data kependudukannya. "Proses perekaman mengalami peningkatan dari tahun lalu," katanya. (pr)

.