Bupati Bogor Akan Geber UMKM Untuk Promo di Asian Games

©

Transbogor.co - Ajang Asian Games diharapkan mendorong kreativitas dalam menciptakan produk. Semua harus berperan aktif memajukan UMKM.

Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berencana mengoordinasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk berpartisipasi dalam Asian Games 2018. “Ini salah satu cara untuk mengenalkan kepada dunia dan masyarakat sekitar bahwa UMKM Kabupaten Bogor juga memiliki ciri tersendiri. Ini bisa menjadi motivasi dalam pengembangan produk,” kata Bupati Bogor, Nurhayati, di Cibinong.

Menurut dia, dalam rencana tersebut ada tenda khusus untuk pelaku UMKM, stan untuk kuliner, cenderamata, dan pakaian. Dengan langkah tersebut tentu akan menjadi bagian penting promosi produk. Akan banyak warga asing dalam perhelatan Asian Games. “Ini jelas peluang promosi terbaik,” katanya. Terkait tenda khusus, menurut bupati, masih dipetakan.

Nurhayati perlu melakukan ini agar UMKM tumbuh. Sebab dalam perkembangan zaman yang semakin berat, banyak UMKM terpaksa gulung tikar karena minat beli konsumen berkurang drastis. Selain itu, juga adanya persaingan bebas dari beberapa kompetitor. Maka, pemerintah daerah sudah melakukan pembicaraan dengan pemerintah pusat agar produk kerakyatan dapat ikut serta dipromosikan pada ajang bergengsi tersebut.

Ini adalah salah satu jalan promosi dan semoga bisa menjadi sarana meningkatkan kesejahteraan. Nurhayati mengarapkan UMKM yang belum memiliki konsumen tetap bisa diprioritaskan. Pada kesempatan itu, dia minta pegiat UMKM tingkat dinas bersinergi dalam meningkatkan produk dalam negeri. Asian Games menjadi salah satu peluang usaha dan bisa jadi sarana merauk keuntungan besar UMKM.

Dia mendorong UMKM terus berkreasi untuk membuka peluang. Ajang Asian Games diharapkan mendorong kreativitas dalam menciptakan produk. Semua harus berperan aktif memajukan UMKM. Ini juga tugas pemerintah daerah.

Sementara itu, DPRD Kabupaten Bogor, Jawa Barat minta pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat melakukan penataan pada sistem pariwisata daerah yang sering kali menjadi sorotan negatif. “Sorotan itu lebih kepada peruntukan tempat wisata yang disalahgunakan oleh oknum-oknum. Mereka membuka seperti membuka tempat prostitusi di daerah wisata,” ujar anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Egy Gunadhi Wibawa, di Cibinong, Kamis (21/6).

Jadi, dia menekankan agar daerah tujuan wisata ditata ulang agar pengunjung nyaman. Menurutnya, penataan harus dimulai dari pembangunan jalan untuk akses pariwisata berbeda dari kendaraan umum. Harus diperbanyak lokasi wisata agar ada pemerataan pengunjung. Jadi, wisatawan tidak terkonsentrasi hanya pada satu titik area.

Namun dalam perkembangannya area yang sering kali menjadi destinasi unggulan hanya berada di daerah Puncak, Kabupaten Bogor. Padahal destinasi tersebut termasuk area yang sangat padat lalu lintasnya. Oleh sebab itu, perlu pengaturan dari arah Gerbang Tol Gadok menuju Jalur Puncak harus dan dibuat jalan tersendiri. Sedangkan untuk konvensional atau yang hendak menuju Cianjur dan sekitarnya pun perlu ada jalan tersendiri.

Selama ini, jalur tersebut tidak diatur, sehingga berpengaruh kepada pendapatan asli daerah (PAD). Padahal pariwisata penyumbang PAD Kabupaten Bogor paling tinggi. “Pemkab juga harus membuat atau memasukkan peta destinasi ke aplikasi yang terintegrasi. Ini akan akan sangat bermafaat bagi pengunjung. Harus ada berbagai fasilitas seperti ulasan cerita teritorial, fasilitas hotel, dan sebagainya,” jelasnya.

Ia menambahkan, dia juga usul ada pintu masuk elektronik di tempat-tempat wisata agar mobil tidak harus antre lama. Mobil cepat menuju parkir, sehingga tidak membuat kemacetan Jalan Raya Puncak. Egy mengingatkan, selama ini jalur Puncak padat kendaraan roda empat maupun dua. Hal ini menyulitkan pengaturan. Egy menyebutkan, penataan sebagai antisipasi kepesatan sektor pariwisata di masa depan. Semua perlu disiapkan infrastruktur yang baik. 

.