Kekuatan 16 Besar Kontestan Piala Dunia

©

Transbogor.co - 

Transbogor.co - Setelah 15 hari berlangsungnya pesta sepak bola terbesar di dunia yang diwarnai air mata, kontroversi, dan tentu saja gol-gol dramatis, fase grup Piala Dunia 2018 selesai seiiring peluit panjang di laga Inggris vs Belgia. 

Berikut adalah gambaran singkat kekuatan masing-masing tim yang akan berlaga di 16 Besar Piala Dunia 2018. 

Kroasia


Merebut tiga kemenangan dari tiga pertandingan, termasuk kemenangan 3-0 atas Argentina, membuat Kroasia menjuarai grup yang tergolong berat. Padahal, mereka datang ke Rusia diiringi mencuatnya skandal korupsi. Luka Modric juga tampil memesona dan bisa disebut sebagai salah satu pemain terbaik di fase grup.
Mengukur Kekuatan Negara di 16 Besar Piala Dunia 2018

Belgia

Kemenangan melawan Panama dan Tunisia kemudian berlanjut ketika menghadapi Inggris, meski laga tersebut dimainkan oleh para pemain cadangan. Sempat tidak tampil meyakinkan di laga pertama, Belgia kemudian tampil konsisten. Dengan diistirahatkannya Romelu Lukaku dan Eden Hazard, mereka siap untuk melangkah sejauh mungkin di Piala Dunia. 

Uruguay

Satu dari tiga tim yang meraih hasil sempurna di fase grup, Uruguay justru jauh dari sorotan. Dipimpin oleh bek veteran Diego Godin, Uruguay juga menjadi satu-satunya tim yang belum kebobolan. Sementara di lini depan Edinson Cavani dan Luis Suarez total telah mengoleksi tiga gol. 


Brasil

Aksi teatrikal Neymar memang membuat jengkel banyak pihak, tapi sang bintang Paris Saint-Germain semakin membaik dalam setiap pertandingan seiiring dengan fisik yang semakin bugar. Philippe Coutinho dan Paulinho juga berhasil menopang Selecao ketika Neymar tidak dalam kondisi puncak. Hanya saja, cedera punggung Marcelo menjadi kekhawatiran tersendiri untuk juara dunia lima kali itu.

Inggris

Datang ke Rusia dengan harapan yang tak muluk-muluk serta skuat yang sangat muda, mereka sukses menang atas Tunisia sekaligus tampil impresif ketika mengempaskan Panama 6-1. Kekalahan di laga terakhir melawan Belgia disebabkan Gareth Southgate lebih memilih mengistirahatkan mayoritas pemain intinya. Inggris juga memiliki Harry Kane yang kini memimpin perburuan sepatu emas dengan koleksi lima gol. 

Swedia

Hanya sedikit yang memperkirakan Swedia melaju ke 16 Besar, apalagi memuncaki Grup F. Satu-satunya noda dalam perjalanan Swedia adalah ketika Toni Kroos melesakkan gol kemenangan Jerman di menit ke-95. Namun Swedia bisa merespons kekalahan itu dengan kemenangan mengesankan atas Meksiko. Tanpa adanya Zlatan Ibrahimovic, Swedia akan mengandalkan semangat kolektivitas tim serta disiplin. 

Spanyol

Tim Matador mengawali perjalanan mereka di Piala Dunia dengan mengejutkan, memecat sang pelatih Julen Lopetegui. Spanyol sendiri tampil belum konsisten dengan lini serang yang tajam, tapi lini pertahanan yang rentan melakukan kesalahan serta David De Gea yang belum memberikan rasa aman di bawah mistar gawang.

Portugal

Di satu sisi, Ronaldo telah mengoleksi empat gol serta terlihat jadi pemain yang bisa diandalkan untuk membawa Portugal melangkah jauh. Namun ketika Ronaldo gagal mengeksekusi penalti melawan Iran, mereka hanya imbang 1-1. Jika Ronaldo sedang tak tampil bagus, apalagi yang dipunyai Portugal?

Kolombia

Seandainya Carlos Sanchez tidak diusir wasit di menit ketiga ketika kalah dari Jepang, Kolombia bisa saja jadi salah satu negara yang diperhitungkan sebagai kuda hitam. James Rodriguez tampil menawan saat menghadapi Polandia, tapi ditarik keluar karena cedera melawan Senegal. Kehilangan bintang Bayern Munchen ini akan jadi pukulan bagi Kolombia. 

Meksiko

Kekalahan melawan Swedia menjadi catatan buruk bagi Meksiko yang sempat digadang-gadang bisa memberikan kejutan. Namun kemenangan meyakinkan di dua laga awal, termasuk melawan Jerman, jadi alasan kuat untuk meyakini kekuatan Javier Hernandez dan kawan-kawan. Hirving Lozano yang bermain di sayap kiri juga jadi salah satu pemain terbaik di fase grup.

Prancis

Mereka belum terkalahkan, tapi juga belum menunjukkan penampilan terbaik. Gaya bermain yang terkadang sangat lambat dan juga kerap direpotkan lawan-lawan menjadi tanda Didier Deschamps masih mencari ramuan yang tepat untuk para pemainnya. Apakah Nabil Fekir jadi jawaban? Di sayap atau sebagai ujung tombak? Prancis punya lebih banyak pertanyaan ketimbang jawaban. 
Paul Pogba jadi salah satu andalan timnas Prancis di Piala Dunia 2018. Paul Pogba jadi salah satu andalan timnas Prancis di Piala Dunia 2018. (REUTERS/Toru Hanai)

Rusia

Kemenangan telak di laga pertama, lini tengah yang kuat, tapi ditutup dengan pertandingan terakhir yang mengecewakan. Setelah mengempaskan Arab Saudi serta Mesir, Rusia harus menghadapi realitas ketika ditekuk Uruguay. Hanya saja, tuan rumah setidaknya telah berhasil membungkam para pengkritik dan menunjukkan bahwa mereka bukan tim yang mudah disingkirkan. Di laga selanjutnya, mereka akan menghadapi Spanyol. 

Swiss

Kontroversi soal perayaan gol ke gawang Serbia yang bermotif politik dan juga ancaman skors bisa saja mengalihkan fokus Swiss, tapi Granit Xhaka dan Xherdan Shaqiri akhirnya lolos dari hukuman. Mereka memang lolos dari fase grup, tapi sejujurnya belum menunjukkan permainan meyakinkan bahwa mereka bisa menjadi juara. 

Dua pemain timnas Swiss sempat terancam sanksi FIFA karena perayaan gol yang bermuatan politik. Dua pemain timnas Swiss sempat terancam sanksi FIFA karena perayaan gol yang bermuatan politik. (REUTERS/Gonzalo Fuentes)

Denmark

Denmark sukses menahan imbang Prancis sementara Christian Eriksen terus menunjukkan dirinya adalah salah satu pengatur serangan paling piawai di dunia. Itu adalah beberapa nilai positif. Namun Denmark juga menyuguhkan hasil imbang yang membosankan melawan Australia, serta kemenangan melawan Peru juga bisa berakhir lain seandainya lawan mereka sukses mengeksekusi penalti. 

Jepang

Mereka mengakhir fase grup dengan empat poin dengan satu-satunya kemenangan diraih melawan Kolombia, yang bermain 10 orang selama 87 menit. Tim Samurai Biru juga lolos secara dramatis mengungguli Senegal lewat sistem fair play. Mungkin terlalu kejam jika menyebut Jepang beruntung, tapi lini pertahanan yang berantakan akan menjalani ujian berat melawan tim yang lebih diunggulkan.
Argentina

Lionel Messi dan kawan-kawan menciptakan keajaiban di menit-menit akhir untuk bisa lolos dari lubang jarum fase grup. Argentina juga terlihat sebagai tim yang belum padu dan dengan pelatih yang kepemimpinannya diragukan. Melawan Islandia mereka sempat kehabisan ide dan sempat diacak-acak Kroasia. Namun pada akhirnya mereka lolos dan masih memiliki Messi. (cnn)

.