Dominasi PPP dan Gerindra Dibungkam Golkar di Pilkada Bogor

©

Transbogor.co - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Bogor, terdiri dari Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Bogor serta Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwakot) Bogor, berlangsung sengit. Partai Golkar berhasil mengalahkan dominasi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Gerindra di Bogor.

Di Kabupaten Bogor, berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) lembaga survei Riset Lingkar Strategis (Rilis) di 3.000 tempat pemungutan suara (TPS) dari total 7.635 TPS, pasangan Ade Ruhandi (Jaro Ade)-Inggrid Kansil memperoleh dukungan 43,05 persen, sedangkan pasangan Ade Yasin-Iwan Setiawan meraup 35,78 persen suara.

Tiga pasangan lainnya, yakni Nungki-Bayu mendapat dukungan 9,8 persen, Ade Wardhana-Asep 6,72 persen, dan Gunawan-Fikri hanya 4,65 persen.

Direktur Rilis, Sertia Dharma menuturkan, pasangan Jaro Ade-Inggrid Kansil merupakan perkawinan Partai Golkar (Jaro Ade) serta Partai Demokrat (Inggrid Kansil), serta didukung di antaranya partai PKS, Nasdem dan PAN. Sedangkan pasangan Ade Yasin-Iwan Setiawan dimotori PPP dan Gerindra.

"Kemenangan pasangan Jaro Ade-Inggrid ada di empat daerah pemilihan dari enam daerah pemilihan yang merupakan basis partai pendukung. Di wilayah yang padat penduduk seperti di Kecamatan Cibinong, Gunungputri, Bojonggede, Ciawi, Citeureup, Gunungsindur, dan lainnya,” kata Sertia di Bogor, Jumat (29/6).

Ia menjelaskan quick count itu menggunakan sistem sampling, sehingga faktor kesalahan manusi juga harus diperhitungkan, tetapi keakuratan data yang dirilis tetap bisa dipertanggungjawabkan.

“Memang quick count ini bukanlah penentu kemenangan, tetapi menjadi tolok ukur seluruh calon untuk mengetahui keunggulan dalam kontes pilkada secara cepat kurang dari enam jam setelah pencoblosan,” bebernya.

Sedangkan untuk Pilwakot Bogor, pasangan nomor urut tiga, yakni Bima Arya-Dedie A Rachim juga menang telak dari semua survei yang dikeluarkan lembaga survei nasional. Bima-Dedie diusung PAN, Golkar, Hanura, Nasdem, dan Perindo.

Pasangan nomor urut tiga ini menggunguli pasangan Achmad Ruyat-Zainul Mutaqin yang diusung PPP, Gerindra, dan PKS.

Berdasarkan data rekapitulasi 747 TPS dari 1.785 TPS, pasangan nomor urut tiga ini memperoleh 88.598 suara atau 44,8 persen. Sedangkan rivalnya, yaitu pasangan Ahmad Ru'yat-Zaenul Mutaqien memperoleh suara 58.646 atau 29,6 persen.

Kemudian, perolehan suara lawan Bima Arya -Dedie Rachim lainnya, pasangan nomor urut empat Dadang Danubrata-Sugeng Teguh Santoso sebesar 25.799 suara atau 13,1 persen. Terakhir, pasangan nomor urut dua Edgar Suratman-Sefwelly sebanyak 24.811 atau 12,5 persen. (bst)

 

.