Apa itu Komunitas Hong?

  foto:Dok Antara

Komunitas Hong  oleh Mohammad Zaini Alif pada 2005. Komunitas Hong konsisten memperkenalkan dan melestarikan permainan tradisional, yang makin jarang dimainkan setelah permainan berteknologi tinggi berkembang dan lahan untuk bermain kian terbatas. Selain pada hari kerja, komunitas itu juga menerima kunjungan umum pada Sabtu dan Minggu pukul 10.00 sampai 16.00 WIB.

Para pengunjung tidak hanya diajak bermain tetapi juga akan diajari membuat mainan tradisional seperti wayang, burung-burungan, kris, dan pendang-pedangan dari bilah bambu.

"Hampir seluruh permainan yang dimainkan di Komunitas Hong ini sudah jarang bahkan tidak dimainkan lagi oleh masyarakat kita," kata Kudrat Firmanysah..

Ia lantas menjelaskan bahwa permainan tradisional punya banyak manfaat dan mengandung filosofi kehidupan. "Seperti permainan bedil, pemain dilatih untuk fokus menembak sasarannya dan ini dapat berguna saat mereka di sekolah. Karena sering sekali anak-anak tidak fokus pada pelajaran," katanya.

Para guru, ia mengatakan, bisa menggunakan permainan tradisional untuk membangun karakter siswa selama kegiatan belajar mengajar. "Misalnya setelah saat di dalam kelas murid terlihat jenuh, guru dapat mengajak murid untuk bermain salam sabrang sehingga mereka kembali semangat dan juga melatih kemampuan otak," katanya.

Selain sekolah, ia mengatakan, orangtua juga sebaiknya memperkenalkan permainan tradisional kepada anak-anak untuk menumbuhkan kreatifitas dan melatih kerja sama.(Antara)

.