Meski Rekapitulasi Real Count Selesai, KPU Kota Bogor Tunggu Ketetapan MK

©

Transbogor.co - Usai rekapitulasi suara pada 5 Juli 2018, Komisi Pemilihan Umum Kota Bogor hingga saat ini masih menunggu keputusan Mahkamah Kontitusi untuk menetapkan pasangan calon terpilih dalam Pilkada Kota Bogor 2018.

"Penetapan daftar calon terpilih kami masih nunggu keputusan dari Mahkamah Konstitusi terkait apakah adanya gugatan atau tidak," ujar Komisioner KPU Kota Bogor, Bambang Wahyu, Rabu (11/7/2018).

Bambang menambahkan, setiap paslon diberikan kesempatan untuk mengajukan gugatan perolehan selama tiga hari kerja sejak rekapitulasi berakhir dan pada pada Selasa (10/7/2018) kemarin masa pengajuan gugatan telah berakhir.

"Sudah lewat masa pengajuan gugatan perolehan suara itu dan untuk Jabar itu informasinya terakhir hanya ada tiga kota yang ada gugatan di MK dan tidak ada Kota Bogor," kata Bambang. Kendati demikian, KPU Kota Bogor akan tetap menunggu keputusan resmi dari MK.

"Kalau Kota Bogor benar-benar tidak ada gugatan langsung kami tetapkan melalui surat keputusan lewat rapat pleno internal kami," ucap Bambang.

Untuk diketahui, berdasarkan rekapitulasi penghitungan suara KPU, paslon nomor urut tiga Bima-Dedie bertengger di posisi puncak dengan memperoleh suara sebanyak 215.708 (43,64%). Di urutan kedua, pasangan calon nomor urut satu, Ru'yat-Zaenul 153.407 (31,03%).

Kemudian diikuti oleh paslon nomor urut empat, Dadang-Sugeng dengan raihan suara 63.335 (12,81%) dan paling bontot paslon nomor urut dua, Edgar-Welly 61.871 (12,52%). (ayb)

.