Seperempat Abad di Turin, Marchisio Pilih Hengkang Musim Depan

©

Transbogor.co - Transbogor.co - Kevin-Prince Boateng mengaku memiliki memori indah saat masih bermain bersama dengan AC Milan.

Pemain asal Ghana ini sebelumnya memang pernah bermain di Italia. Ia pernah memperkuat dalam dua kesempatan berbeda.

Di kesempatan pertama ia membela Milan pada tahun 2010 hingga 2013. Ia sempat pindah ke Schalke sebelum akhirnya balik ke San Siro lagi pada tahun 2016.

Selama di Milan, Boateng berhasil membantu klub itu meraih dua gelar juara. Yang pertama trofi Scudetto pada musim 2010-11 dan Supercoppa Italia pada edisi tahun 2011.
 
Boateng akhirnya kembali lagi ke Italia musim panas ini. Ia memperkuat klub Sassuolo setelah musim lalu bermain di Jerman bersama Eintracht Frankfurt.

Sekembalinya ke Milan, ia menyempatkan bernostalgia dengan masa-masa indahnya sewaktu masih bermain di San Siro. Baik itu di level domestik maupun di level Eropa.

“Saya memiliki banyak kenangan indah waktu saya di sana. Hari pertama saya luar biasa, saya pergi ke ruang ganti dan melihat nama semua juara yang ada di sana," kenangnya pada Sky Sports Italia.

“Saya tidak bisa melupakan gol saya di Barcelona dan treble melawan Lecce," sambungnya.

Dengan kembalinya Boateng ke Italia, maka musim ini ia jelas akan dipaksa untuk berhadapan dengan Rossoneri. Ia mengaku akan sangat menantikan laga tersebut.

"Saya tidak sabar untuk bermain di San Siro melawan Milan," seru pemain 31 tahun ini.

“Ini akan sangat menarik karena warna Rossoneri akan selalu ada di hati saya. Saya sangat dekat dengan Milan," klaimnya.

Dalam beberapa musim terakhir, Milan mengalami penurunan prestasi. Bahkan situasi tak kunjung membaik meski sudah ada invenstor baru.

Hal ini tak luput dari perhatian Boateng. Ia mengaku bersimpati namun ia merasa optimis Rossoneri nanti akan bisa bangkit lagi.

"Saya juga menderita karena saya penggemar Milan. Tapi saya yakin Milan akan memiliki musim yang hebat karena Rossoneri akhirnya menemukan pelatih yang tepat,” tutupnya. (bln)

.