Kisruh Manajemen PDAM Kahuripan Bikin Kinerja Jeblok?

Bupati Bogor Nurhayanti ketika melantik Direksi PDAM Kahuripan Kabupaten Bogor

Transbogor.co – Harapan masyarakat Kabupaten Bogor untuk mendapatkan pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kahuripan tampaknya masih harus menunggu waktu lama. Pasalnya, manajemen perusahaan milik daerah ini sedang dilanda kekisruhan manajemen.

Sumber Transbogor menyebutkan bahwa  beberapa kepala cabang mengeluh akibat kebijakan dalam penggunaan anggaran. Kalau sebelumnya, mereka diberikan otoritas untuk mengimplementasikan anggaran sebagai upaya pencapaian target,sebaliknya kinerja mereka menurun karena dibatasi.

“Dulu, anggaran 100 juta bisa langsung dikerjakan oleh kepala cabang. Tapi sekarang harus di lelang. Aturan ini yangt mengganjal. Acuannya dari mana,” kata sumber tadi.

Kenyataan ini setali dengan sisa anggaran yang tak terpakai (SILFA) mencapai 9 miliar lebih. Dengan kondisi tersebut sangat jelas, perencanaan anggaran PDAM Kahuripan dibawah direksi saat ini tidak memberikan citra positif.

Sementara itu Sekretaris Badan Pengawas PDAM Kahuripan Kabupaten Bogor Hadi Mulya Asmat ketika dimintai konfirmasi soal memburuknya kinerja PDAM menyatakan akan segera melakukan komunikasi dengan direksi.

“Coba nanti saya akan tanyakan tentang, kebijakan penggunaan anggaran 100 juta oleh kepala cabang yang harus dilelang. Soalnya, di era saya masih memungkinkan penggunaan anggaran tak harus melalui proses lelang seperti itu,” kata, Hadi belum lama ini.

Dibagian lain, Humas PDAM Kahuripan Kabupatan Bogor, Agus Riyanto ketika dikonfirmasi soal hal ini tak menjelaskan secara rinci. Justru, ia lebih banyak bicara soal hubungan keakraban dengan pekerja pers.

"Kebetulan sudah seminggu lalu ada kegiatan event balap sepeda jadi saya harus keluar kantor,mengenai konfirmasi surat sedang dibuat format dan drafnya karena ini untuk ekspose publik"  terang pria berkaca ini.

(agus subagja)

.