Bima Arya Ajak Ridwan Kamil Telusuri Gedung Bersejarah di Bogor

©
Walikota Bogor Bima Arya (berkemeja hitam) menunjukan kepada Walikota Bandung yang juga Gubernur Jawa Barat terpilih periode 2018-2023 Ridwan Kamil peninggalan sejarah di kota ini.

Transbogor.co - Walikota Bogor Bima Arya mengajak Walikota Bandung yang juga Gubernur Jawa Barat terpilih periode 2018-2023 Ridwan Kamil mengunjungi sejumlah bangunan bersejarah di Kota Bogor, Rabu (15/8/2018).

Bangun bersejarah yang dikunjungi kedua kepala daerah muda itu adalah aset milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pertama, Bima menunjukan Rumah Dinas Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan (BKPP) wilayah I yang tertelak di Jalan Pajajaran atau tepatnya persis di seberang Terminal Baranangsiang.

Kemudian rombongan diajak untuk mengunjungi lokasi berikutnya, yakni Gedung BKPP Wilayah I di Jalan Juanda yang letaknya tak jauh dari Gedung Balaikota Bogor.

Di sini, Bima dan Emil tampak mengelilingi komplek bangunan yang sudah ada sejak 1870 itu. Sudut demi sudut dimasuki. Tampak keduanya berbincang serius mengenai rencana kolaborasi yang akan dilakukan ke depannya.

Usai berkeliling, Bima Arya mengatakan pertemuan tersebut hanya sekedar silaturahmi biasa. Hanya saja, kedatangan Ridwan Kamil tersebut dimanfaatkan untuk bertukar ide dan gagasan untuk Kota Bogor.

“Aset heritage di Kota Bogor ini kan banyak. Ada yang aset kementerian, ada yang aset provinsi. Saya ajak Kang Emil untuk melihat aset provinsi yang luar biasa di sini. Sama lah Bandung dan Bogor ke arah heritage city. Karena Kang Emil insinyur atau arsitek kita ingin dapat masukan dan saran juga tentang pengembangan konsep heritage ke depan seperti apa untuk di Bogor,” ujar Bima Arya.

Menanggapi itu, Ridwan Kamil mengatakan pertemuan dengan Walikota Bogor hanya sebuah kebetulan saja lantaran dirinya harus menghadiri pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Inggris di Kebun Raya Bogor.

“Terus Kang Bima juga kan sebagai walikota dan walikota terpilih periode berikutnya pernah memberitahukan sebelumnya banyak bangunan-bangunan heritage ke saya sebagai pejabat yang background-nya arsitek, dan juga punya semangat melestarikan sejarah. Saya juga ingin tahu kalau di bogor kira-kira bangunan bersejarahnya apa saja ternyata di bawa ke sini luar biasa ya. Ternyata dulu adalah hunian residen dari Gubernur Jenderal Hindia Belanda ketika itu,” jelas Emil.

Ia berharap, warisan ini bisa dipelihara oleh masyarakat dan Pemerintah Kota Bogor dan tentunya nanti dirinya akan membuatkan konsep-konsep bagaimana menjaga kelestarian bangunan bersejarah agar tidak tergerus dengan bangunan modern.

“Lebih kepada Kang Bima ngajak saya jalan-jalan ke bangunan bersejarah. Belum tahu mau dijadikan apa nanti. Karena saya belum dilantik jadi gubernur. Baru melihat-lihat saja kebetulan sedang ada di sini. Sebagai sahabat saya datang ke sini,” terang Emil.

Sementara itu, Bagian Umum BKPP Wilayah I, Hermansyah, mengatakan pihaknya merasa kaget ada kunjungan itu. Namun, ia juga mengucapkan terimakasih karena ada komitmen pemeliharaan terhadap gedung ini ke depannya.

“Dulunya bangunan ini sebagai kediaman Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Ngantornya di Istana Bogor, kediamannya di sini. Sekarang jadi kantor BKPP. Gedung ini hanya butuh pemeliharaannya saja, karena tidak boleh merubah bentuk,” pungkasnya.

Sekedar informasi, gedung BKPP ini memiliki luas bangunan 808 meter persegi di atas lahan seluas 25.120 meter persegi. Status kepemilikannya adalah milik pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Kandungan nilai historis dari bangunan ini menjadi modal untuk menyambut kedatangan para wisatawan yang meminati masalah bangunan kuno di Kota Bogor, terlebih lokasinya yang sederetan dengan bangunan bersejarah yang ada di sekitarnya, menjadikan bangunan gedung ini berpotensi dikunjungi oleh para wisatawan.

(agus bagja/rls)

.