Pemkab Bogor Tak Cerdas Tangkap Peluang Asian Games

©
Ketua PHRI Kabupaten Bogor Budi Sulistyo

Transbogor.co  – Pemerintah Kabupaten Bogor dinilai kurang cerdas menangkap peluang Even Asian Games 2018. Padahal even empat tahunan ini bisa menjadi ajang untuk memperkenalkan potensi pariwisata yang ada di daerah ini. Nyatanya, keharian para atlet dan offisial cabang olahraga Paralayang tak memiliki pengaruh signifikan terhadap pariwisata di Kabupaten Bogor,Jawa Barat.

Hanya dua hotel yang merasakan aroma even empat tahunan tersebut yakni Hotel Safari Garden dan Grand Hill Cisarua. Dua hotel inilah yang menjadi tempat menginap para atlet dan official cabang olahraga paralayang.

“Gak ada pengaruhnya terhadap perkembangan pariwisata di Kabupaten Bogor. Kami sebagai pengelola hotel pun tak bisa memanfaatkan even ini untuk turut mempromosian pariwisata Kabupaten Bogor,” kata Ketua PHRI Kabupaten Bogor Budi Sulistyo saat ditemui di Hotel Mars 91,Cisarua,Bogor,Kamis (23/8/2018).

Budi menyayangkan pemerintah Kabupaten Bogor tak bisa menangkap momet ini dengan baik. Terutama Dinas Pariwisata dan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD). Padahal dengan ditunjukannya Bogor sebagai venue penyelengaraan Asian Games 2018 peluang besar untuk mempromosikan potensi pariwisata yang ada.

“Tapi ini tidak.Terlihat adem ayem saja. Saya tidak tau apakah,karena semua penyelenggaraan even ini di handling oleh pemerintah pusat melalui Inasgoc sehingga Pemkab merasa tak penting turut menggebyarkan event ini,” lanjutnya.

Dikatakan Budi, terlepas soal regulasi atau penyelenggaraakan Asian Games yang tersentralisasi di Jakarta,seharusnya Pemkab mengambil inisiatif menjadikan even internasional ini sebagai ajang memperkenalkan pariwisata yang ada.

“Daripada harus pergi ke luar negeri,menghabiskan anggaran besar. Ini sudah ada wisatawan yang datang. Mereka mau ditawari apa. Kulinerkah,destinasi alam atau keunikan lainnya yang tak ada di negara mereka,” papar Budi.

Para atlet Paralayang yang bertanding di Bogor sama sekali tidak mendapatkan suguhan atraksi kesenian tradisional,apalagi kuliner. Mereka selesai bertanding,langsung kembali ke hotel tempat menginap.

“Saya baru dapat informasi,pada saat penutupan saja nanti akan akan pertunjukan kesenian di hotel tempat menginap para atlet,” ungkap Budi.

Padahal jika jauh hari ,dikoordinasikan antar instansi juga stakeholder dengan baik, bisa menjadi  peluang besar untuk  mempromosi pariwisata Bogor.

“Padahal event ini peluang besar  untuk menjadi sumber income baik bagi pelaku usaha wisata,seniman juga masyarakat Kabupaten Bogor.Coba kalau di Palembang,Yogyakarta atau  Bali semua sudah bergerak. Ini mah,keliatannya lebih kepada goodwill pemerintah daerah saja,” tambahnya.

Sebetulnya BPPD atau Dinas Pariwisata bisa memperkenalkan keunggulan dan prodak makanan serta seni yang ada.

“Kalau ini dikemas rapi dan menarik,saya rasa mereka akan membeli dan minimal tahu potensi daerah di Indonesa umumnya atau khususnya Kabupaen Bogor,” ujarnya.

agus bagja

 

.