Bima Arya: Harus Berani Ambil Resiko!

©
Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto saat memberikan sambutan di Sidang Terbuka Senat Universitas Pakuan dalam rangka wisuda program Doktor, Magister, Sarjana dan Diploma gelombang III di Brajamustika Convention Hall, Kota Bogor, Selasa (28/8/2018).

Transbogor.co - Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto menghadiri Sidang Terbuka Senat Universitas Pakuan dalam rangka wisuda program Doktor, Magister, Sarjana dan Diploma gelombang III di Brajamustika Convention Hall, Kota Bogor, Selasa (28/8/2018).

Dalam pidatonya dihadapan 569 wisudawan dan wisudawati, Bima memberikan motivasi kepada mereka yang akan mengarungi kehidupan sesungguhnya pasca kelulusan tersebut.

“Kuliah itu masa-masa paling indah. Ada yang percaya dan tidak. Saya termasuk orang yang percaya. Kenapa? Karena belum banyak masalah. Masalah terbatas hanya sebatas bayar uang kost, masalah terbatas ketika cinta di tolak, masalah terbatas di tugas-tugas, skripsi. Namun kehidupan sesungguhnya akan kalian mulai hari ini. Selamat datang di dunia nyata,” ungkap Bima.

Menurut dia, IPK memang penting tapi ada yang jauh lebih penting dari sekedar nilai akademik, yakni kecerdasan spiritual dan kecerdasan sosial. “IPK memang penting, tapi bukan yang terpenting. Kecerdasan intelektual hanya menjadi bagian dalam kecerdasan spiritual dan kecerdasan sosial. Terlalu banyak contoh dimuka bumi ini, orang yang nilai akademiknya bagus kalah bersaing dengan orang yang kecerdasan spiritual dan sosialnya mumpuni,” jelasnya.

“Jangan salah persepsi. Bukan berarti IPK tinggi tidak ada artinya. Yes, IPK tinggi menunjukan kita mampu dalam belajar. Tapi sekali lagi itu hanya pijakan awal. Satu hal yang ingin saya pesankan, jadikanlah resiko sebagai sahabat. Karena di titik ini adalah pertarungan melawan resiko dan cobaan. Orang-orang hebat adalah orang-orang yang berani mengambil resiko,” tambahnya.

Bima pun mengutip ucapan dari petinju legendaris dunia, yakni Muhammad Ali yang mengatakan, “Barang siapa yang tidak berani mengambil resiko maka ia tidak akan pernah mencapai apa pun dalam hidupnya.”

“Semua perlu keberanian untuk mengambil resiko. Bukan karena kecerdasan ide atau kehebatan gagasan tapi diperlukan keberanian untuk memutuskan itu semua. Jangan takut untuk gagal, karena kegagalan adalah jembatan emas menuju kejayaan. Pengalaman adalah jalan besar menuju kemenangan,” katanya.

Bima berharap, setelah wisuda ini dirinya ingin melihat para kawula muda jangan menyerah menghadapi segala resiko dan tantangan. Ia menilai, Bung Karno tidak menyerah walau dipenjara berkali kali. Jendral Sudirman tidak menyerah walau harus bergerilya keluar masuk hutan dalam kondisi sakit. Mohammad Roem tak pernah menyerah dalam perundingan-perundingan dalam mempertahankan NKRI.

“Indonesia ada karena orang orang hebat yang berani mempertaruhkan hidupnya untuk hal yang diyakininya. Orang-orang luar biasa yang Berani ambil resiko. Hidup itu akan stuck karena terlalu lengah di zona nyaman. Jangan pernah menyerah,” terangnya.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut, Koordinator Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Uman Suherman, Rektor Universitas Pakuan Bibin Rubini, para wakil rektor dan civitas Universitas Pakuan lainnya.

Acara wisuda tersebut juga turut diumumkan peraih IPK tertinggi, yakni Dinar Aulia dari program sarjana Fakultas Keguruan dengan IPK 3,98, lalu ada Yesiana Guci dari program diploma Manajemen Perpajakan dengan IPK 3,95 serta Kazwani dari program pascasarjana Manajemen Pendidikan dengan IPK 3,62.

gus/rls

.