PHRI Kota Bogor Inginkan BPPD Lebih Produktif

©
Ketua PHRI Kota Bogor Yuno Abeta Lahay.

Transbogor.co – Kepengurusan Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Kota Bogor kini menunjukan kerja yang membaik. Meski baru berjalan satu tahun dibawah kepemimpinan Yuno Abeta Lahay,namun beberapa gagasan yang dilahirkan sejalan dengan keinginan pemerintah setempat.

 “Kita memang harus melakukan reorganisasi agar performa-nya bisa cepat ditangkap oleh kalangan muda sekarang. Ini sebuah tuntutan yang tak bisa kita hindari,” kata Yuno dalam obrolan sore di sebuah kafe di Kota Bogor,belum lama ini.

Menurut Yuno Kota Bogor memiliki karakteristik unik dan tersendiri. Kondisi ini pula yang berimbas pada  hunian hotel dan restoran. Okupansinya tetap stabil meski di hari-hari biasa. Tinggal bagaimana,mengepas sisi lainnya,seperti even-even yang menarik.

“Tujuannya,tentu supaya bisa menarik wisatawan lebih banyak lagi ke Kota Bogor,” tambahnya.

Oleh sebab itu, Yuno berkeinginan supaya Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Bogor bisa lebih produktif lagi dalam memperkenalkan potensi pariwisata daerah yang ada.

“Untuk itu,tentu dibutuhkan sosok yang memang benar-benar memiliki spirit besar untuk memajukan pariwisata kota ini,” katanya.

BPPD memang memiliki peran sangat penting dalam melakukan branding destinasi Kota Bogor. Terlebih BPPD sendiri memiliki slot anggaran di APBD yang bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak pencapaian target kunjungan wisatawan.

Yuno Abeta Lahay, mengatakan, sebagai lembaga resmi, PHRI merupakan organisasi pemasok terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Kota Bogor. Hal tersebut menjadi tantangan bagi Pemkot Bogor di bawah kendali Wali Kota Bogor Bima Arya.

Yuno menjelaskan, PHRI yang di dalamnya adalah pelaku usaha hotel dan restoran ke depan akan berusaha untuk melakukan sinkronisasi dengan program Pemkot Bogor.

“PHRI menginginkan kemandirian dalam membuat program dan ada perhatian dari Pemkot Bogor. Efek sinergisnnya adalah ketika berbicara peningkatan keuntungan perusahaan hotel dan restoran otomatis menjadi peningkatan juga untuk PAD. Mungkin itu yang diharapkan pula oleh Wali Kota Bogor,” jelasnya.

Dari sisi internal organisasi, Yuno menandaskan akan berupaya meningkatkan skill para pelaku usaha hotel dan restoran melalui berbagai pelstihan dengan mengandeng Indonesian Hotel General Manager Assosiaton (IHGMA).

“Untuk peningkatan skill baik tenaga front office, chef, housekeeping, dan lainnya, semua akan kami tingkatkan. Kami akan rutin lakukan pelatihan – pelatihan untuk rekan-rekan,” ucapnya.

Selain itu, kata Yuno, PHRI akan berupaya menambah keterlibatan para pelaku usaha industri hotel dan restoran agar tergabung dalam PHRI. Sebab saat ini PHRI Kota Bogor baru beranggotakan 70 orang yang mayoritas pengusaha hotel.

“Untuk itu saya sudah bersinergi dengan Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) dan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda). Data dari Pemkot Bogor saat ini untuk restoran saja ada 680 lebih. Sementara itu, yang menjadi member PHRI masih di bawah itu. Ini tantangan buat PHRI,” tandasnya.

Agus Subagja

.