Kali Ini Erick Tohir Belum Tentu Secerdas Di Asian Games

©
Erick Tohir menjabat tangan Presiden Joko Widodo. Pengusaha muda ini pun memutuskan untuk menjadi Ketua Tim Sukses Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin

Transbogor.co - Pengusaha muda Erick Thohir memutuskan menjadi Ketua Tim Sukses  Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin. Dunia baru yang tentu tak seperti penyelenggaraan Asian Games 2018 lalu.

Jika dalam pelaksanaan Asian Games ia mengelola orang-orang yang penuh sportifitas,system yang terstruktur dengan baik. Tapi dalam dunia politik tentu sportivitas kadang tak berlaku. Yang ada adalah pertarungan dengan berbagai intrik,tanpa tepuk tangan sesungguhnya.

Terlepas bayang-bayang itu,keputusan Erick Tohir perlu diajungi jempol.Menerima resiko, jauh lebih berat dari saat menjadi CEO Asian Games 2018.

Siapa Erick Tohir?

Ia adalah sosok yang piawai di dunia bisnis. Lalu bagaimana sepak terjangnya sebagai pengusaha?

Erick adalah pria kelahiran Jakarta 30 Mei 1970. Jiwa bisnisnya yang kuat ditularkan dari sang ayah.

Dari pendidikan yang dia tempuh, Erick meraih gelar bachelor untuk advertising dan master di bidang marketing lulusan Amerika Serikat (AS).

Dalam perjalanan karirnya, Erick mulai berbisnis di sektor makanan, yakni restoran dengan merek Hanamasa dan Pronto.

 Itu dia lakukan pada awal tahun 1993-1998. Bisnis tersebut merupakan salah satu warisan bisnis dari ayahnya.

Kemudian dia mulai mencari peruntungan dari bisnis makanan ke bisnis trading. Dalam menjalankan bisnis tersebut dia mengajak serta rekan semasa kuliahnya M. Lutfi, Wisnu Wardhana, dan Harry Zulnardy.

Singkat cerita, pada 1996-1997, Erick mendirikan perusahaan trading mulai dari semen, pupuk, beras, kapur, dan bahan kebutuhan lainnya.

Perjalanan bisnis mereka terbilang sukses. Hal itu didukung oleh Lutfi yang pandai melobi, Erick yang pandai berdagang, Wisnu yang pandai berhitung, serta Harry yang pintar mencari peluang, sehingga membuat bisnis mereka berjalan beriringan.

Sekitar 2000, Erick bersama Lutfi merambah bisnis media, diawali dengan membeli perusahaan billboard dan radio, hingga media cetak seperti Republika, dan Golf Digest yang merupakan perusahaan di bawah Mahaka Media.

Di Republika, kepemilikan saham mayoritas Erick Thohir sebesar 61%, Lutfi 20%, dan sisanya publik. Pada gilirannya, pengusaha Rosan P. Roeslani juga ikut membeli lewat Recapital.

Mulai dari situ, bisnis media yang dipegang Erick bertumbuh di bawah bendera Mahaka, mulai dari koran, radio, online, dan Alif TV. Saat ini, Erick punya dua bendera, Mahaka Media dan Alif. Mahaka Media untuk media dan Alif untuk entertainment company.

Mulai dari situ, bisnis media yang dipegang Erick bertumbuh di bawah bendera Mahaka, mulai dari koran, radio, online, dan Alif TV. Saat ini, Erick punya dua bendera, Mahaka Media dan Alif. Mahaka Media untuk media dan Alif untuk entertainment company.

Pada 2013, Erick pun merambah ke sektor olahraga dengan mengambil alih mayoritas kepemilikan saham Inter Milan dari tangan Massimo Moratti.

Moratti adalah Presiden klub sepak bola ternama asal Italia. Dia melepas mayoritas saham Inter Milan kepada pengusaha Erick Thohir.

Kemudian pada ajang olahraga tingkat Asia, yakni Asian Games 2018, Erick Thohir dipercaya menjadi Ketua Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (INASGOC).

Di bawah koordinasi Erick, laga Asian Games berjalan sukses dan mendapat apresiasi, baik dari dalam negeri hingga mancanegara.

Pasalnya Asian Games yang berakhir pada 2 September 2018 kemarin itu berjalan sangat meriah dan banyak kejutan.

Akhirnya, kini Erick ditunjuk menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-KH Ma'ruf Amin. Sebuah keputusan berani untuk terjung langsung di dunia politik, diusianya yang masih ranum.

(adi/dtk)

.