Bus Maut Merenggut 14 Nyawa Di Cikidang Sukabumi

©
Masyarakat dan korban kecelakaan bus pariwisata di Cikidang berusaha melakukan evakuasi terhadap korban yang masih terjebak dalam bus. Foto:agus

Transbogor.co – Tercatat sudah 14 orang meninggal dalam kecelakaan tunggal bus pariwisata Nopol B 7025 SAG yang terperosok di Leter S Kp. Bantar Selang, Desa Cikidang, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi,Jawa Barat,Sabtu (8/9/2018).

Peristiwa tragis ini sontak membuat histeris penumpang maupun masyarakat yang berada di sekitar lokasi kecalakaan.

Bus berwarna biru tiba-tiba diketahui  sudah dalam keadaan terbalik dan terperosok ke dalam jurang dengan kedalaman 10 meter.

Tak lama setelah kejadian itu, si sekitar bus tersebut, tampak bergelimpangan beberapa korban meninggal dunia yang kemudian ditutupi daun pisang. Korban tewas itu tampaknya terpental keluar bus hingga tewas.

Para warga dan penumpang selamat tampak mengerubuni bus tersebut dan korban tewas. Terlihat korban tewas mengenakan kaus berwarna putih dan merah di bagian lengannya.

Kemudian terlihat beberapa orang berpakaian sama bejalan-jalan di sekitar lokasi kejadian. Warga pun tampak melakukan evakuasi untuk menyelamatkan korban selamat.

Seperti diketahui, bus itu mengangkut penumpang rombongan Catur Putra Grup (CPG) Bogor berjumlah 31 orang dengan dua awak bus.

Rencananya, rombongan ini akan melaksanakan gathering perusahaan di operator arung jeram Bravo di Cikidang.

"Semuanya ada empat bus, tiga bus sudah duluan.," kata pengawal kendaraan dari Bravo, Dendi Kinong (45) saat ditemui di RSUD Palabuhanratu, Sabtu siang.

Dia mengatakan, bus yang mengalami kecelakaan ini merupakan bus rombongan terakhir yang bergerak dari arah Cibadak menuju Cikidang.

"Pas belokan, bus masuk ke jurang sebelah kanan. Kedalaman sekitar 25 meter," lanjut dia.

Saat ini, puluhan penumpang bus yang mengalami kecelakaan itu dievakuasi ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Palabuhanratu.

Perawat RSUD Pelabuhanratu Dikdik mengatakan, korban kecelakaan di Cikidang, Pelabuharatu sudah bertambah menjadi 14 orang.

"Yang masuk ruang jenazah saat ini ada 14 orang," kata Dikdik.

"Ada 17 di IGD, 7 orang luka berat, 10 luka ringan tapi masih perlu perawatan di rumah sakit," tambahnya.

Ia juga menambahkan, saat ini kondisi korban yang mengalami luka ringan masih mengalami trauma.Dikdik juga mengatakan, rentan usia korban yang dibawa ke rumah sakit yakni sekitar berusia 30 tahunan.

"Ada perempuan (korbannya), lebih banyak korban laki-laki," tandasnya.

Untuk kondisi korban meninggal dunia, kata dia, diakbatkan benturan di kepala.

Sementara itu, Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi dalam siaran langsung menjelaskan, jumlah korban tewas sebanyak enam orang.

"Sejauh ini yang terindetifikasi sebanyak 6 orang, kemungkinan masih akan bertambah," ujarnya.

Ia menjelaskan, pihaknya akan mendata lagi jumlah korban tewas dalam kecelakaan tersebut.

"Kita akan mendata apakah ada korban lagi yang meninggal dunia di dalam perjalanan," jelasnya.

Namun untuk sementara ini, ia memastikan bahwa jumlah korban tewas ada enam orang.

"Yang terhempas dan tertumpuk di dalam bus ada enam orang," jelasnya.

Dikemukakan Kapolres, bahwa kondisi supir bus tersebut meninggal dunia. Sedangkan korban lain masih teruis mendapatklan perawatan di rumah sakit.

Agus Subagja

 

.