Mansyur Syah: Jalan Leuwiliang Amburadul Karena Kepala Daerah Tak Berdaya

©
CEO Sigma Group,Mansyur Syah Abdullah

Transbogor.co – Kemacetan menahun di Jalan Raya Leuwiliang, Kabupaten Bogor, tepatnya di Depan Pasar Tradisional Leuwiliang merupakan potret ketidakberdayaan pemerintah daerah dalam mengatur arus transpormasi.

“Ini bentuk ketidakberdayaan sekaligus kurang responsifnya institusi terkait,seperti dinas perhubungan. Akibatnya,warga jadi menderita karena di dera kemacetan setiap hari,” kata pemerhati sosial,Mansyur Syah Abdullah kepada transbogor.co,Sabtu (8/9/2018).

Oleh sebab itu, kalau ingin kinerja Pemkab diakui masyarakat maka segeralah diatasi masalah yang sudah menahun ini.

Menurut CEO Sigma Group ini Pemkab Bogor tak bisa mengelola anggaran pembangunan jalan alternative dengan baik. Terbukti permintaan anggaran APBN tahun lahu sebesar 95 miliar lebih ternyata dikembalikan karena tak terealisasi.

“Soal jalan alternatif di Bogor Barat,diantaranya Leuwiliang, Pemkab Bogor  kan pernah mengajukan anggaran di pusat. Sudah turun dan disetujui,tetapi tak digunakan. Alih-alih untuk bangun jalan, ini anggarannya dikembalikan lagi,” kata Mansyursyah Abdullah.

Seperti terlihat dalam keseharian, bahu jalan di Leuwiliang untuk kendaraan diserobot angkutan umum yang ngetem dan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menyebabkan jalan menjadi sempit.

Rudi salah seorang pengendara menjelaskan, kepadatan memang terjadi setiap hari dan hal ini sudah terjadi sejak lama. Kemacetan di depan Pasar Leuwiliang menjadi santapan sehari – hari pengguna jalan.

“Saya langganan lewat sini, memang setiap hari seperti ini, kebanyakan angkot ngetem ditambah PKL yang makan bahu jalan,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Operasi (Kabid Dalops) Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor Bisma Wisuda menjelaskan, pihaknya sudah seoptimal mungkin dalam mengurai kemacetan tersebut. Termasuk menindak angkutan barang dan angkutan orang yang melanggar.

”Setiap hari dari pagi hingga sore, kami bersama jajaran Lantas Polsek Leuwiliang menempatkan personel untuk mengurai kemacetan. Termasuk menilang para pengendara yang melanggar aturan,” paparnya.

Saat ini, kata Bisma, tim Dalops menerjunkan 20 personel yang tersebar di Simpang Cibungbulang, Kracak, Pasar Leuwiliang hingga Jasinga.

”Kami saat ini masih berupaya seoptimal mungkin, agar kemacetan bisa terurai,” katanya.

Agus Subagja

.