Oknum Humas PDAM Kabupaten Bogor Dinilai Lecehkan Media Online

©

Transbogor.co – Pernyataan lancang staf Hubungan Masyarakat (Humas) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor menuai protes pekerja jurnalistik online.

Pasalnya,dalam pernyataan tersebut media online dinilai tak memiliki pembaca sehingga PDAM hanya memutuskan untuk bekerja sama dengan media konvensional (cetak) yang justru nasibnya tinggal tunggu matahari terbenam.

"Hati -hati kalau ngomong,apalagi ini jabatan humas itu vital dan strategis.Jika ini dipahami dan dikaitkan dengan undang-undang pers, jelas deliknya sudah masuk unsur merampas hak kemerdekaan pers dan penistaan profesi wartawan online,” kata Rike,salah satu wartawan online,Jumat (14/9/2018) mensikapi pelecehan staf humas ini.

Adalah reporter Transbogor.com, Agus Subagja mendapatkan perlakuan tak bijak saat diundang Direktur Utama PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten, Senin (10/9/2018), untuk membicarakan banyak hal tentang program badan usaha milik daerah (BUMD) ini.

Namun disela-sela sebelum pertemuan dengan Dirut berlangsung,tiba-tiba staf humas menghampiri awak media ini dan menyampaikan bahwa sebetulnya PDAM tak begitu merespon kehadiran media online karena tak memiliki pembaca.

Pernyataan ini tentu sangat mengejutkan. Justru di era perubahan mainstream,dimana media online menjadi salah satu media darling justru belum dipahami secara benar oleh staf humas PDAM ini.

“Saya yakin ini akan berdampak secara lokal kedaerahan bahkan reaksi online nasional. Jelas pernyataan itu mewakili institusi bukan pribadi lagi. Artinya direksi wajib tahu dan bertanggung jawab atas statemen itu," tambah Rike yang juga sebagai Sekjen Forum Gema Media Center Bogor (GMCB).

agus

Catatan: Terjadi perbaikan pada berita ini,Sabtu (15/9/2018). Terima kasih.

.