Menperin Optimistis Industri Otomotif Nasional Saingi Thailand

  foto:Dok Antara

Menteri Perindustrian Saleh Husin optimistis industri otomotif nasional mampu bersaing dengan Thailand yang saat ini memimpin pasar.

"Beberapa kalangan memperkirakan pasar dalam negeri akan terus meningkat dan berkembang, seiring meningkatnya pendapatan. Sehingga, kami optimistis dalam waktu yang tidak terlalu lama, Indonesia bisa menyaingi Thailand," kata Menperin Saleh Husin saat kunjungan kerja ke PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia di Karawang, Jumat.

Menperin mengatakan, untuk memantapkan posisi Indonesia sebagai salah satu produsen otomotif di ASEAN, bahkan di dunia, maka perhatian juga perlu diberikan terhadap pengembangan industri komponen.

Industri komponen, lanjut Menperin, harus menjadi kekuatan industri otomotif nasional, karena dengan kuatnya industri otomotif komponen, diharapkan akan mengurangi ketergantungan industri perakitan terhadap komponen impor.

Dalam kesempatan tersebut, Menperin yang didampingi Sekjen Ansari Bukhari, mengimbau agar PT TMMIN disamping membangun industri perakitan, juga terus mengembangkan industri komponen dengan cara mengundang lebih banyak mitra industri komponen ke Indonesia.

"Diharapkan juga terus meningkatkan penggunaan dan pendayagunaan produk dan jasa engineering lokal dalam kegiatan produksinya, agar produk kendaraan bermotor yang dihasilkan memiliki struktur yang semakin kuat dan semakin dicintai masyarakat Indonesia." kata Menperin.

Menurut dia, tidak dapat dipungkiri bahwa industri otomotif nasional hingga saat ini telah memberikan sumbangsih yang cukup penting bagi perindustrian nasional.

Sumbangsih tersebut, terutama berupa penyerapan tenaga kerja dan pemenuhan kebutuhan sarana angkutan untuk mendukung mobilitas penumpang, barang maupun jasa dalam negeri.

Kemenperin mencatat, hingga saat ini, total tenaga kerja yang terserap di sektor ini mencapai 1,3 juta orang. Sementara, penjualan kendaraan bermotor roda empat dua tahun terakhir meningkat signifikan, dari 1,1 juta unit apda 2012 menjadi 1,2 juta unit pada 2013.(Antara)

.