Rame-Rame PNS Bogor Naik Sepeda dan Angkot

  foto:Dok Pixabay.com

Sebagai tindak lanjut dari imbauan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto agar seluruh birokrat di lingkungan Pemerintah Kota menggunakan transportasi angkutan umum atau sepeda, tampaknya membuahkan hasil. Terbukti, sejumlah pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Kota Bogor Jawa Barat, Senin pagi mulai menggunakan transportasi angkutan kota (angkot) dan sepeda untuk berangkat kerja.



Pantauan Antara di Balai Kota Bogor, pukul 07.00 WIB, sejumlah pegawai berdatangan dengan berjalan kaki, menggunakan sepeda, dan ada juga yang turun dari angkot.   Beberapa juga ada yang naik kendaraan operasional sepeda motor dengan plat merah dan ada yang diantar pakai kendaraan pribadi.

Trans Bogor, sempat menjumpai seorang PNS yang sedang menggunakan sepeda saat melintas di depan RS. Marzuki Mahdi. PNS yang berperawakan agak gendut, tampak kepayahan. Sesekali ia menghentikan laju sepedanya untuk menyeka keringat.

Sementara itu,  Delima, pegawai Bappeda Kota Bogor mengaku tidak mengalami kesulitan untuk berangkat kerja menggunakan angkot meskipun biasanya ia menggunakan mobil pribadi setiap harinya.

"Paling yang diatur jam keberangkatan, biasanya jam 06.30 WIB sudah berangkat, tapi karena naik angkot harus lebih awal berangkat jadi jam 06.15 WIB," ujar Delima yang untuk mencapai Balai Kota harus tiga kali naik turun angkot dengan total biaya sebesar Rp20.000 untuk pulang pergi.


Selain Pegawai Pemkot, Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman juga memilih naik angkutan umum dari rumah pribadinya di wilayah Bantar Jati.

Sementara Wali Kota Bogor Bima Arya memilih naik sepeda dari Rumah Dinas bersama dengan Sekretaris Daerah Ade Syarip Hidayat dan beberapa pejabat lainnya. Pertama kali menggunakan sepeda, dan angkutan publik, Wali Kota dan Wakil Wali Kota serta Sekda terlambat masuk kantor. Ketiganya sampai setelah apel pagi selesai dilakukan oleh pegawai. (Ant/DF)

.