24 Importir Seluler Statusnya Dicabut

  foto:Dok Ist

Sebanyak  24 perusahaan importir telepon seluler,  dicabut status Importir Terdaftar (IT) oleh Kementerian Perdagangan. Dicabut statusnya karena  dalam kurun waktu enam bulan berturut-turut tidak melakukan realisasi impor sama sekali.

Hal ini ditegaskan  Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Partogi Pangaribuan di Jakarta, kemarin. Sebab, dalam Permendag 82/2012 pasal 17 C, dimana Kementerian Perdagangan terus mengawasi kegiatan importasi dan eksportasi barang dan akan memberikan sanksi tegas terhadap para importir yang nakal.

"Kami akan bertindak tegas bagi para importir yang tidak bersih, dan tidak memenuhi peraturan yang berlaku dan sudah ditetapkan," kata Partogi.

Dengan tidak adanya realisasi importasi telepon seluler dalam kurun waktu enam bulan terakhir, maka Kementerian Perdagangan menganggap perusahaan-perusahaan tersebut tidak serius dalam melaksanakan status importir terdaftar tersebut. “Dengan dicabutnya status 24 IT telepon seluler tersebut, maka hingga saat ini IT telepon seluler yang masih beroperasi kurang lebih sebanyak 76 IT saja yang masih aktif,”ujarnya.

"Kita akan juga melakukan pemeriksaan realisasi impornya, dan untuk periode selanjutnya jika tidak melakukan impor selama enam bulan akan kita cabut lagi," imbuhnya. (Ant)

.