Masih Ada Asap di Bogor

  foto: Trans Bogor

Meskipun Peraturan Daerah (Perda) Kota Bogor No 12 Tahun 2009 Tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sudah diberlakukan, namun masih banyak yang menganggap angin lalu. Banyak PNS yang  berada di Kota Bogor bebas merokok tanpa merasa takut dengan sanksi denda minimal Rp 5 ribu hingga maksimal Rp 1 juta serta kurungan selama tiga hari. Padahal tak jauh dari tempat tersebut, terdapat standing banner larangan merokok.

 Terkait masih banyak yang melanggar terhadap Perda, Trans Bogor menemukan bukti baru lagi ketika akan mengonfirmasi berita tersebut kepada Irwan Riyanto selaku Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor, pekan lalu. Berhubung Irwan sedang menerima tamu, wartawan Trans Bogor terpaksa menunggu. Di saat itulah wartawan tersebut melihat dua orang pegawai negeri sipil (PNS) hilir mudik memasuki ruangan dengan membawa beberapa berkas pekerjaan sambil merokok.

Irwan Riyanto yang dikonfirmasi hal tersebut seakan memaklumi apa yang dilakukan anak buahnya. Menurutnya, merokok adalah hak seseorang. Ia mengibaratkan hobi merokok sama dengan hobi lain seperti hobi bermain sepabola. “Jika orang hobi bola, dia akan tetap bermain bola walau pun itu dilarang,” jawa Irwan sambil menyarankan sebaiknya disediakan ruang khusus bagi perokok, meski demikian dirinya berkomitmen terhadap larangan merokok di Kawasan Tanpa Rokok.

Sementara itu Ketua LSM No Tobacco Community (No TC), Acep Suhaemi, kepada Trans Bogor mengatakan, jiwa dari Perda No 12 Tahun 2009 Tentang KTR bukan melarang orang untuk merokok. “Masalah kita bukan melarang orang merokok. Tapi orang tersebut tidak merokok di lingkungan kawasan. Jika dia merokok di luar kawasan, ya silakan. Itu hak dia. Untuk gedung pemerintah, batasnya di luar kucuran air, artinya jarak satu meter dari kucuran, dia bebas merokok,” terangnya.

Asep menyebutkan, perbandingan antara KTR dengan wilayah Kota Bogor sangat sedikit. Wilayah KTR di Kota Bogor meliputi  tempat umum seperti pasar modern, pasar tradisional, hotel, restoran, taman kota, angkutan umum,  tempat wisata, tempat rekreasi,  kereta api, bandar udara, wilayah perkantoran, tempat ibadah, tempat bermain dan berkumpul anak-anak, institusi pendidikan, sarana kesehatan, dan olahraga. “Masih banyak dan luas di luar kasawan tempat merokok,”imbuhnya.

Mengenai pelaksanaan KTR di Kota Bogor, Asep mengatakan, sudah mencapai 80 persen kepatuhan dari pelaksanaan kawasan tersebut. “Alhamdulilah, sudah delapan puluh persen kepatuhanan pelaksanaan KTR,” ujarnya. (DF).

 

.