Libur Sekolah, Klinik Sunat di Bogor Kebanjiran Rejeki (Bagian 2-Habis)

  Ā©Trans Bogor

Banjir pasien sunat juga terjadi di Klinik Khitanan Paramedika yang berada Jalan KH Sholeh Iskandar, Bogor. Menurut Lusi, selaku staf klinik tersebut, seminggu belakangan ini kliniknya juga kedatangan banyak pasien anak-anak yang mau disunat. “Mungkin ini karena liburan makanya banyak yang minta disunat,” kata Lusi memaklumi.

 

Setiap harinya, sekitar 20 pasien sunat datang ke klinik yang berkantor pusat di Kota Bandung ini, selalu membuka praktiknya mulai pukul enam pagi. Menurut Lusi, sistem pendaftaran sama seperti di Tara Klamp, kebanyakan pasien sunat mendaftar lebih dulu sebelum sunat. “Mereka konsultasi dulu, kemudian besoknya baru disunat,” kata Lusi sambil menjelaskan untuk konsultasi dikenakan biaya Rp50 ribu.

 

Berbeda dengan Klinik Klamp yang membatasi pasien bila sudah dianggap melebihi batas, namun di Klinik Paramedika tidak membatasi jumlah pasien. “Kita tidak batasi. Ada yang mau sunat, kita layanin,” tandasnya. Untuk sunat, Klinik Paramedika ditangani oleh satu orang dokter dan empat tenaga perawat.

Ada pun metode sunat yang digunakan  di klinik ini masih menggunakan metode konvensional. “Kita masih menggunakan metode lama karena lebih nyaman. Sebab metodenya masih potong jahit, jatuhnya lebih kepada luka bedah,” akunya.

Tarif sunat di Klinik Paramedika, kata Lusi bervariasi. Umur 0-9 tahun Rp 450 ribu, 10-14 tahun Rp 520 ribu, dan kelas VIP Rp 950 ribu.

Klinik sunat akan kebanjiran pasien biasanya pada musim liburan sekolah saja. Setelah masuk sekolah, klinik ini akan kembali normal seperti biasa yang hanya menerima pasien tidak sebanyak musim libur seperti sekarang ini. Kedua staf klinik yang berbeda nama ini, mengaku biasanya akan kembali normal menjelang dua hari masuk sekolah. “Sampai dua hari menjelang masuk sekolah, klinik masih tetap ramai,” ujar Hari. (DF)

.