Banyak Konsumsi Garam, Timbul Stroke Semakin Tinggi

©Timedate

Semakin banyak konsumsi garam, penyedap rasa sintetik, pengawet sintetik, pewarna sintetik, dan berbagai bahan yang tidak alami di dalam makan, maka risiko stroke semakin tinggi. “Cara pengolahan makanan yang kurang tepat bisa memperberat risiko stroke,” kata Dokter Spesialis Saraf, dr. Sulaiman Ahmad Azmi Kautsar.

Misalnya yang sering dijumpai, memakai minyak goreng terus menerus sampai warnanya berubah coklat kehitaman, atau memakai margarin untuk menggoreng roti.

Pemanasan dalam jangka waktu lama pada margarin atau minyak goreng terutama jenis minyak kelapa sawit, akan merubah susunan rantai lemaknya menjadi lemak trans yang sangat berbahaya bagi tubuh.  “Alhamdulillah sekarang sudah banyak tersedia minyak goreng jenis zaitun/olive oil yang jauh lebih aman dan menyehatkan. Pola makan saat ini sangat berperan pada kondisi kesehatan organ tubuh kita 5-10 tahun mendatang. Jadi bila saat ini sakit bisa jadi karena pola makan kurang sehat selama 5-10 tahun yang lalu,” kata Sulaiman seraya mengingatkan kepada peserta seminar awam di RS permata cibubur agar selalu menerapkan pola hidup sehat.

Mencegah stroke sepintas kelihatannya mudah. Namun, dalam penerapannya akan sangat sulit karena harus berkelanjutan. Diperlukan konsultasi secara individual berkala untuk bisa optimal tingkat keberhasilannya dalam mencegah stroke. Dan tentunya mencegah itu selalu lebih baik daripada mengobati. “Yang harus diingat dalam menjaga kesehatan adalah bahwa hanya Allah SWT dan diri kita sendiri yang mampu menjaga kesehatan kita. Bukankah kita sering diingatkan bahwa Allah tidak akan merubah nasib kita bila kita sendiri tidak mau merubahnya ,” tandasnya. (DF).

.