Tumpang Tindih, Kinerja BMPD Kabupaten Bogor Tidak Maksimal

  © Trans Bogor/Dimas Fery
Suratmi, Kasubag Program dan Laporan BPMD Kabupaten Bogor.

Trans Bogor - Selama 2104 hampir semua kegiatan di Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kabupaten Bogor telah berhasil dilaksanakan. Walaupun semua kegiatan mencapai target, tetapi ada satu program yang belum terakomodir dengan maksimal.  Hal itu disebabkan banyak tumpang tindih pembinaan di BPMD.

Demikian dikemukakan  Kasubag Program dan Laporan BPMD Kabupaten Bogor, Suratmi, kepada Trans Bogor di kantornya, Senin (12/1).  “Ada yang namanya program bina desa belum bisa terakomidir dengan maksimal,” katanya.

Suratmi menjelaskan, program bina desa adalah program  kegiatan di  berbagai desa dalam satu kecamatan. Dalam program bina desa, selama setahun  diharapkan akan muncul  minimal dua desa dan satu kecamatan. “Pada desa binaan, kita akan fokus pada dua desa. Desa yang  terpilih sebelumnya sudah dimusyawarahkan oleh tingkat kecamatan. Desa tersebut bisa  desa yang tertinggal atau desa ingin maju. Semua diserahkan kecamatan yang memilih,” terang Suratmi.

Di Kabupaten Bogor terdapat 40 kecamatan. Jika setiap kecamatan diwakili dua desa, maka ada 80 desa yang menjadi desa binaan. Dari 8o desa ini paling tidak, kata Suratmi, bisa terfasilitasi dari seluruh program PMD. “Akumulasi dari beberapa desa yang merupakan binaan, bisa terangkat secara signifikan kemajuannya,” ia berharap.

Selain adanya tumpang tindih dalam pembinaan, minimnya anggaran  menjadi masalah lain sehingga kinerja BPMD belum maksimal. Pemberdayaan Masyarakat Desa sangat banyak sekali yang harus difasililitasi dan itu butuh anggaran yang tidak sedikit,” akunya. (DF/yu)

.