Inilah Objek Pajak yang Tak Kena PP

  Ā©Trans Bogor/Arifin
Kantor Pajak Cileungsi

Trans Bogor - Meskipun Direktorat Jendral Pajak sering melakukan sosialisasi, tapi masih banyak masyarakat yang belum mengetahui siapa saja yang wajib membayar pajak.

Dalam ketentuan PP Nomor 46 Tahun 2013, telah diatur siapa saja objek pajak yang wajib dan tidak wajib membayar pajak penghasilan (PPh).

"Wajib pajak harus melaporkan penghasilannya secara berkala, ada yang per bulan dan juga per tahun. Rugi atau untung wajib untuk membuat laporan keuangan dan diserahkan ke kantor pajak," ujar Kusworo, Staff Kantor Pajak Pratama Cileungsi, saat diminta keterangan Trans Bogor, Senin, (12/1/2015).

Ia menjelaskan, objek pajak yang tidak dikenai PPh diantaranya yang berprofesi sebagai dokter, advokat, akuntan, notaris, PPAT, arsitek, pemain musik, pembawa acara. Dan yang diperoleh dari usaha seperti sewa kamar kos, sewa rumah, jasa kontruksi, PPh usaha migas serta penghasilan yang diterima dari luar negeri.

"Termasuk juga pedagang asongan, warung tenda di area kaki lima, dan sejenisnya, tidak ada kewajiban membayar PPh," imbuhnya.

Untuk penyuluhannya sendiri ke masyarakat atau ke perusahaan -perusahaan, ditegaskan tidak ada jemput bola atau mendatangi ke masing-masing wajib pajak. Kecuali ada permohonan secara resmi dari pihak wajib pajak.

"Semua memakai surat. Peringatan dan lainnya. Tak ada petugas yang datang langsung. Kecuali dengan permohonan surat resmi ke pihak kami. Dan tidak ada via telepon, harus dengan surat permohonan," tegasnya.

Ia meneruskan, Direktorat Jendral Pajak tidak berkepentingan untuk mencampuri laporan keuangan dari wajib pajak. "Kami hanya membantu menjelaskan," pungkasnya kepada Trans Bogor. (Fin/yu)

 

.