Sudah Tak Ada Aktivitas di Sekolah Proklamasi Parung

  Ā©Trans Bogor/Rusadi Maulana
Suasana di depan gapura Sekolah Proklamasi 1945 Parung

Trans Bogor – Setelah diadakan forum kajian pada Rabu kemarin, (28/1/2015), di lantai 2, Gedung MUI Kabupaten Bogor, aktivitas di Sekolah Proklamasi 1945 benar-benar mati.

Menurut sepengetahuan Warso, warga sekitar, Jalan Raya Parung, Kamis, (29/1/2015), kepada Trans Bogor, sudah dua minggu belakangan ini sekolah proklamasi parung belum terlihat aktivitas.

"Sampai saat ini akses pintu gerbang sekolah proklamasi di palang oleh portal. Tidak seperti biasanya" ucapnya.

Diketahui, SMP-SMA Proklamasi 1945 telah dinyatakan MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kabupaten Bogor, pelajaran Pendidikan Agama Islam yang disampaikan ke anak didik menyimpang dari ajaran Agama Islam. Hal tersebut berdasarkan pada forum kajian yang dihadiri oleh beberapa Ulama se-Kabupaten Bogor, para pejabat pemerintah kabupaten serta aparat polisi dan TNI.

Menurut KH. Mukri Aji, Ketua MUI Kabupaten Bogor, dalam mengajar guru agama di sekolah tersebut memakai diktat yang dibuat sendiri. Dalam data yang diketahui MUI diktat tersebut sama dengan ajaran Isa Bugis yang dahulu telah dinyatakan faham sesat oleh MUI pada saat diketuai oleh Buya Hamka.

Hal tersebut diperkuat dengan diketahui Kepala Sekolah Proklamasi 1945, Parung, Nurul Huda, ternyata salah satu anak dari Isa Bugis. Saat Trans Bogor menanyakan kepada KH. Khairul Yunus, anggota dewan dari MUI Kabupaten Bogor, Isa Bugis sekarang masih hidup dan berkediaman di Bekasi.

 

 

 

Penulis : Rusadi maulana

Editor : Arifin Al Jawi

.