SPRI Gelar Demo Mempertanyakan Penyaluran KKS

  ©Trans Bogor/Dimas Fery
Masa SPRI yang sedang berorasi di depan Pendopo Bupati

Trans Bogor - Sekitar 50 orang yang berasal dari Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI), Kamis siang, (29/1/2015), melakukan aksi unjuk rasa. Ada tiga tempat yang mereka datangi untuk melakukan orasi, Depan Gedung DPRD, Bupati dan Dinas Sosial.

Dalam aksinya SPRI mempertanyakan penyaluran Kartu Keluarga Sejatera (KKS). Menurut Ketua SPRI Kabupaten Bogor, Kemas Firman Hidayat kepada Trans Bogor, sedikitnya ada 15,5 juta keluarga miskin calon  penerima dana KKS. Sementara yang dikeluarkan baru sebanyak satu juta.

“Sayangnya pemerintah masih menggunakan data acuan survey BPS tahun 2011,” kata Kemas.

Ia meneruskan, akibatnya jutaan orang miskin yang dipastikan tidak tercatat dan terancam tidak akan menerima  program kartu KKS.

“Kalau pemerintah benar-benar pro-rakyat, semestinya pemerintah mendata ulang Rumah Tangga Miskin. Sebab setiap tahun, RTM selalu bertambah,” katanya.

Selain masalah KKS, mereka juga menyoroti penggunaan kartu BPJS yang kenyataan dilapangan masih banyak permasalahan.

“Kita sering mendengar, pasien yang ditolak oleh rumah sakit dengan berbagai alasan. Orang kecil seperti kami, selalu merasa tidak diperlakukan secara adil,” pungkasnya.

 

 

 

Penulis : Dimas Fery

Editor : Arifin Al Jawi

 

 

.