APPSANI Bantu Masyarakat Masalah Pembuatan Jamban

  Ā©Trans Bogor/Rusadi Maulana
Alat peneliti sanitasi

APPSANI : “Kami sebagai mitra pemerintah akan terus meningkatkan akses sanitesi.”


Trans Bogor - APPSANI (Asosiasi Pengelola dan Pemberdaayaan Sanitasi Indonesia), ingin mensuport program pemerintah dari sisi lain yaitu perbankan. Hal ini dilakukan karena diketahui masih banyak yang belum bisa mengkreditkan pembuatan jamban.

“Para anggota saya adalah pengusaha jamban. Saya pun pengusaha jamban . Kami sebagai mitra pemerintah akan terus meningkatkan akses sanitesi dalam kenjebembatani MDG'S 2015, tegas Koen Irianto Uripan, Ketua Umum APPSANI, kepada Trans Bogor, kemarin. .

Ia menuruskan, APPSANI mencoba mencari solusi dan sebagai mitra pemerintah, akan terus melayani masyarakat untuk memiliki jamban yang ideal. Masyarakat Indonesia menurut catatan reverensi, 70 juta penduduk masih membuang air besar sembarang.

“Sasaranya ada 2 segmen yang pertama masyarakat miskin dan yang kedua masyarakat mampu tapi prilakunya masih membuang air besar aembarang tempat. Kalo sekemen pertama prilaku. Kalo miskin dia tidak punya apa2 kami blm bisa bantu. Kalo segmen menengah kebawah. Dia masih membuang air besar di kali kemudian closed nya di rumah saluranya ke kali. Kita fokus di situ,” jelasnya.


Ia meneruskan, kriteria jamban sehat berdasarkan kementrian kesehatan yaitu tidak mencemari air. Tidak mencemari tanah permukaan. Bebas dari serangga dan tidak menimbulkan bau serta nyaman digunakan. Aman di gunakan pemakai. Mudah di bersihkan dan tidak menimbulkan gangguan bagi pemakainya. Tidak menimbulkan pandangan yang kurang sopan.


“Adapun kontruksi jamban sehat terdiri dari closed. Septic tank dan resapan. Adapun sepic tank segi empat dari batu bata cendrung sering terjadi kebocoran. Dan septic tank tumpukan buis beton jadi (gorong-gorong) dapat mengalami kebocoran pada sambungan septic tank cor langsung tanpa sambungan mengurangi resiko kebocoran, “ tandasnya.


 

Penulis : Rusadi Maulana

Editor : Arifin Al Jawi

.