Kronologi Truk Semen Tewaskan Guru SMA 8

  Ā©Transbogor.co/Dzulfikar
Motor milik korban salah satu Guru SMA 8 Bogor yang tewas ditabrak truk pengangkut semen

Penyidik Sat Lakalantas : “Truknya hendak nyalip angkot, motor korban juga hendak nyalip angkot.”


Transbogor.co - Insiden tabrakan maut Truk pengangkut semen PT. Manggala Kencana Mukti yang menewaskan guru SMA 8 Bogor, ternyata cermin ketidakdisiplinan para pengendara.

"Sebuah angkot berhenti, di belakangnya ada 3 pengendara sepeda motor, menyusul di belakangnya lagi ada truk semen. Truknya hendak nyalip angkot, motor korban juga hendak nyalip angkot," terang Penyidik Sat Lakalantas Polres Bogor, Aiptu Abdul Karim pada transbogor.co, (18/2/2015).

Pihaknya belum memeriksa saksi terkait insiden ini, namun menurut pangakuan supir truk, Ujang (29), kejadian terjadi begitu cepat dan tidak disangka-sangka. Mobil truk yang dikendarainya pun memang mobil yang biasa ia kendarai.

"Saya tadi dah BAP, saya cerita saya gak begitu kenceng. Ya kecepatan sekitar 30 an lah," kata Ujang lemas diruang penyidik Laka Lantas Polres Bogor.

Ujang menjelaskan, bahwa ada mobil angkot berhenti di depannya, kemudian saat ia hendak menyalip mobil angkot tersebut, salah satu motor di depannya pun ternyata turut menyalip sehingga tertabrak sisi kiri bagian depan truk yang dikendarainya.

"Ada tiga motor di belakang angkot, yang dua berenti, nah yang satu ternyata ikut nyalip juga," Ujang menjelaskan.

Ia meneruskan, saat ingin mengerem karena melihat motor menyalip rem truk yang dikendarainya tiba-tiba tidak berfungsi maksimal seperti biasanya. "Bukan blong, tapi tadi emang rada dalem, gak kaya biasa," kata Ujang.

Akibat insiden ini, Ujang disangkakan atas pasal 310 ayat 4 UU Lalu lintas dan Angkutan Jalan no. 22 th 2009 dengan tuntutan pidana maksimal 6 tahun penjara atau denda maksimal 12 juta rupiah.


 

Penulis : Dzulfikar

Editor : Arifin Al Jawi

.