Bambang Widjajanto Akui KPK Dikriminalisasi

©thejakartapost.com
Ilustrasi

KPK : “Berbagai pernyataanya menikam sanubari kami di KPK, karena kriminalisasi tidak bisa dipungkiri.”


Transbogor.co – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto, meminta dukungan kepada masyarakat untuk menghentikan kriminalisasi terhadap KPK. Selain itu juga masyarakat turut mengupayakan reformasi di Kepolisian.

“Berbagai pernyataanya menikam sanubari kami di KPK, karena kriminalisasi tidak bisa dipungkiri," katanya kepada wartawan, Rabu, (18/1/2015).

Bambang mengapresiasi upaya dari civitas akademika untuk melakukan reformasi kepolsian. "Kami (KPK) apresiasi atas dukungan Indonesia bersih dengan reformasi Kepolisan. Dan ini adalah proses panjang perjuangan yang akan ditempuh civitas akademi," jelasnya.

Sementara itu pimpinan aliansi mahasiswa dan civitas akademika se-Indonesia, Imam Prasojo menjelaskan, bahwa civitas akademika seluruh Indonesia akan memulai rencana aksi dan tuntutan reformasi kepolisian. Hal itu untuk membersihkan dari upaya penyalahgunaan kewenangan, kriminalisasi dan korupsi di kepolisian.

"Mulai hari ini kami menyerukan civitas akademika seluruh Indonesia untuk turun ke jalan tuntut perbaikan birokrasi dan reformasi kepolisian. Dimana rencana itu juga dimulai dengan konsolidasi dan aksi seluruh civitas akadmika pada hari Minggu (22/2/2015) di depan pos Kepolisian Hotel Indonesia pada pukul 09:00, Rabu (25/2/2015) di Salemba, dan 5 Maret di Taman Ismalil Marzuki," paparnya.

Ia mnjelaskan, pihaknya menghimbau seluruh mahasiswa menyusun kelompok untuk menuntut reformasi kepolisian. "Supaya polisi yang baik bisa melakukan perubahan di Kepolisian dibawah Pak Kapolri Badrodin Haiti dan kampus harus mendukungnya," pungkasnya

Hal tersebut menyambut pengumuman dari Presiden Joko Widodo terkait pembatalan Komjen Budi Gunawan dilantik dan mencalonkan Komjen Badrodin Haiti sebagai Kapolri.


 

Penulis : Dzulfikar

Editor : Arifin Al Jawi

.