Kabareskrim Yakin Kapolri Tak Akan Keluarkan SP3

┬ękovesia.com
kabareskrim Polri, Komjen Budi Waseso

Bareskrim Polri : “Saya kira enggak mungkin. Kapolri itu paham betul soal reserse dan penegakan hukum. Oleh sebab itu kan dipilih menjadi Kapolri.”


Transbogor.co – Surat Pemberhentian Penyidikan (SP3) yang menjerat sejumlah Komisioner hingga penyidik KPK, tidak akan dikeluarkan oleh Kapolri yang baru nanti. Keyakinan tersebut diungkapkan oleh Kepala Bareskrim Polri, Komjen Budi Waseso.

"Saya kira enggak mungkin. Kapolri itu paham betul soal reserse dan penegakan hukum. Oleh sebab itu kan dipilih menjadi Kapolri," ujar Budi di gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat, (20/2/2015).

Menurutnya, pihakya tidak akan menerbitkan SP3 meskipun dengan alasan menjaga hubungan KPK-Polri. Budi menegaskan bahwa perkara pidana, apalagi yang sudah memiliki cukup bukti, harus terus berjalan sesuai dengan undang-undang.

"Masak hukum bisa dipermainkan. Enggaklah. Kalau masalah pidana, pasti lanjut. (Hubungan KPK-Polri) tidak ada pengaruhnya," lanjut Budi.

Sedikit berbeda dengan Calon Kapolri Badrodin Haiti yang seakan enggan memastikan apakah SP3 akan dikeluarkan atau tidak.

"Kasus-kasus itu (pimpinan KPK) bisa jalan terus, bisa juga enggak. Semua tergantung alat bukti," ujar Badrodin di kediaman dinasnya di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Kamis, (19/2/2015) siang.

Jika dalam penyelidikan atau penyidikan, para penyidik Bareskrim memang menemukan alat bukti yang cukup, perkara para pimpinan KPK akan tetap dilanjutkan. Namun, jika yang terjadi justru sebaliknya, penyidik baru akan mengeluarkan SP3 atas perkara hukum yang menjerat para pimpinan KPK.


 

Sumber : kompas.com

Editor : Bahrul

.