Berdalih Bantu UKM, Restoran ini Gunakan Tabung 3 Kg

  ©Transbogor.co/Dimas Fery
Pihak Disperindag Kota Bogor mendapati rumah makan yang menggunakan tabung gas 3 kg untuk usahanya.

Disperindag Kota Bogor : “Jika ingin membantu UKM, jangan tanggung-tanggung. Sediakan pula tabung 12 kg.”


Transbogor.co - Dalam sidak uji petik yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dengan Himpunan Swasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana) Migas Kota Bogor, ditemukan ada penyimpangan berupa penggunaan gas 3 kg yang dilakukan oleh Restoran Waroeng Ngariung yang berlokasi di Jalan Batu Tulis, No. 32, Bogor.

Pada bagian resepsionis, restoran ini kedapatan menggunakan tabung gas LPG ukuran  3 kg. Sementara di bagian dapur, tidak ditemukan gas 3 kg. Penanangungjawab Restoran Waroeng Ngariung, Endang, berdalih bahwa tabung gas yang digunakan untuk memanaskan jajanan berupa dessert (siomay). Katanya siomay tersebut merupakan makanan titipan dari Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ada di sekitar restoran.

“Itu bukan punya kami. Tapi titipan dari UKM. Kami hanya ingin membantu UKM,”dalih Endang.

Namun sidak yang dipimpin Kabid Perdagangan, Margahit Sinaga, bergeming. Setelah dijelaskan bahwa sesuai Permen ESDM Nomor 26 Tahun 2009 bahwa gas bersubdsidi  ukuran 3 kg hanya diperuntukan untuk rumah tangga dan perusahaan ekonomi mikro bukan restoran, akhirnya Endang bisa memahami dan pasrah.

Setelah dibuat berita acara, dua buah tabung gas LPG ukuran 3 kg, disita oleh Hiswana Migas Bogor Raya.

Kepada para wartawan, Sinaga mengemukakan, meskipun berdalih UKM, namun permasalahannya, pihaknya melakukan sidak ke restoran yang jelas ada plangnya.

“Saat sidak, kami sidak restorannya. Harganya kan, diatur juga oleh restoran,” kata Sinaga.

“Jika ingin membantu UKM, jangan tanggung-tanggung. Sediakan pula tabung 12 kg,” pungkasnya.


 

Penulis : Dimas Fery

Editor : Arifin Al Jawi

.