KPK Jawab Keluhan SDA

┬ędetikpertama.com
Suryadharma Ali, Mantan Menteri Agama yang diumumkan menjadi tersangka oleh KPK

KPK : “Gak ada kendala, memang prosesnya membutuhkan waktu yang gak sebentar.”


Transbogor.co - Kepala Bidang Publikasi dan Pemberitaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Priharsa Nugraha, menjawab keluhan mantan Menteri Agama Republik Indonesia, Suryadharma Ali, yang menilai statusnya sebagai tersangka digantung oleh KPK selama 9 bulan.

Pihak KPK membantah atas anggapan penggantungan kasus SDA. Dalam kasus tersebut pihak KPK beralasan dengan penyidikan yang harus dilakukan tidak hanya di Indonesia, tapi juga di Saudi Arabia, membuat kasus tersebut memakan waktu yang cukup lama.

"Mengingat kasusnya kan tentang penyelenggaraan haji, artinya proses penyidikannya gak cuma dilakukan di Indonesia" begitu kata Priharsa pada Transbogor.co, Rabu, (25/2/015).

Priharsa menjelaskan bahwa KPK tidak menghadapi kendala serius dalam mengusut kasus yang melibatkan mantan ketua umum Partai Persatuan Pembangunan itu.

"Gak ada kendala, memang prosesnya membutuhkan waktu yang gak sebentar," ujar Priharsa ketika ditanya perihal kendala penanganan kasus korupsi dana haji 2012-2013.

Diketahui, mantan Menteri Agama Republik Indonesia ke-20, Suryadharma Ali, secara live di salah satu stasiun TV swasta Selasa Malam, (24/2/2015), telah mengutarakan perasaan hatinya digantung KPK menjadi tersangka kasus korupsi selama 9 bulan.

"Selama sembilan bulan, saya mengalami penderitaan yang luar biasa. Hati saya merasa teriris. Sangat pedih," demikian tutur Surya.

Merasa adanya indikasi KPK yang sulit menemukan alat bukti atas dirinya suami Wardatul Asriah ini, akhirnya mengajukan pra peradilan Senin lalu, bersama kuasa hukumnya Humprey Djemat. Tak dipungkiri oleh Suryadharma bahwa upaya pra peradilan yang ia tempuh juga cerminan dari efek pra peradilan Komjen Budi Gunawan beberapa waktu lalu.

"Memang 2-3 minggu belakangan ini banyak kejadian yang menginspirasi saya untuk melakukan pra peradilan," ujar Suryadharma.

Ketua Asosiasi Advokat Indonesia, Humprey Djemat, yang menjadi kuasa hukum SDA dalam kasus ini, belum bisa memberikan tanggapan terkait kasus kliennya tersebut saat dihubungi oleh Transbogor.co, Rabu pagi tadi.


 

Penulis : Dzulfikar

Editor : Arifin Al Jawi

.