Jokowi Ngantor di Istana Bogor, Respon Damkar Ditingkatkan

  ©Transbogor.co/Dimas Fery
Gandjar Gunawan, Kepala Pelaksana Harian BPBD Kota Bogor

BPBD Kota Bogor : “Menteri minta khusus untuk Istana Respons Time tiga menit sudah ada penanggulangan. Ini membuat kita harus lebih bekerja lebih keras lagi.”


Transbogor.co - Sebagai tindaklanjut dari  inspeksi mendadak (sidak) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Yuddy Chrisnandi di Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPTD) Pemadam Kebakaran (Damkar) 16 Februari lalu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor  melakukan audiensi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Ade Sarip Hidayat, Selasa, (03/03/2015).

Dalam audiensi tersebut, bersama Ketua Pelaksana Harian BPBD, Gandjar Gunawan dan Sekda sebagai penanggung jawab BPBD disepakati agar secepatnya BPBD Kota Bogor untuk segera dilengkapi  dengan sarana dan prasarana yang mendukung terkait bencana yang terjadi di Kota Bogor.

“Saat ini kami akui sarana dan prasarana  masih minim,” ujar Gandjar, kepada Transbogor.co.

Menyikapi hasil sidak Menpan-RB yang meminta agar respons time pemadam kebakaran ke Istana Bogor menjadi tiga menit bukan 15 menit mulai dari terima laporan, persiapan personel sampai ke tujuan.

Gandjar mengemukakan, pihaknya akan bekerja maksimal. “Menteri minta khusus untuk Istana Respons Time tiga menit sudah ada penanggulangan. Ini membuat kita harus lebih bekerja lebih keras lagi,” ujarnya.

Untuk itu, antisipasinya pihaknya telah berkoordinasi dengan LIPI agar diberikan satu area pos untuk menempatkan mobil damkar beserta beberapa personelnya.

“Bila presiden setiap hari berkantor di Istana Bogor, kami harus siap setiap hari. Karena selama ini standby acapkali temporary,” pungkasnya.


 

Penulis : Dimas Fery

Editor : Arifin Al Jawi

.