Tim Penilai Lomba Desa Soroti Rentenir Masuk Desa

©skalanews.com
Ilustrasi

Ketua Tim Penilai : “Jika setiap desa memiliki koperasi atau Badan Usaha Milik Desa (BUM Des) sedikit banyak dapat meringankan kebutuhan perekonomian warga, keswadayaan ekonomi salah satunya.”


Transbogor.co - Persoalan kesejahteraan masyarakat dan pemberdayaan perekonomian menjadi indikator penting dalam penilaian lomba desa tingkat Kabupaten Bogor 2015, dalam hal ini tim penilai soroti rentenir masuk desa.

Diketahui 6 dari 434 desa yang lolos seleksi Lomba Desa  tingkat Kabupaten Bogor mulai dilakukan penilaian dari 17 orang penilai. Terdiri dari perwakilan SKPD seluruh  satuan kerja Pemerintah Kabupaten Bogor dengan 8 kriteria penilaian yaitu  pendidikan, kesehatan , masyarakat, ekonomi , keamanan dan ketertiban, pemerintahan desa, partisipasi masyarakat, kelembagaan desa dan PKK. 

Dalam penilaian yang di lakukan di desa Bojong Gede, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Kamis, (5/3/2014), persoalan mendasar yang disorot adalah kesejahteraan masyarkat.

Ketua Tim penilai Lomba Desa Tingkat Kabupaten Bogor, Barkah Rizaldi menjelaskan  persoalan praktek  rentenir yang berkedok praktek Bank Perkreditan Rakyat (BPR) harus menjadi prioritas bagi pemerintah desa untuk hadir di tengah masyarakat, agar warga miskin tidak lagi berurusan dengan jasa kredit dengan bunga yang tinggi.

"Jika setiap desa memiliki koperasi atau Badan Usaha Milik Desa (BUM Des) sedikit banyak dapat meringankan kebutuhan perekonomian warga, keswadayaan ekonomi salah satunya,” jelasnya.

Barkah Rizaldi yang juga Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa  (BPMPD) Kabupaten Bogor, mengatakan, bahwa 6 desa yakni Desa Bojong Gede, Desa Sukaharja, Desa Sukaraja, Desa Sukamaju, Desa Kemang, dan Desa Cikeas Udik akan di ambil 1 untuk mewakili Kabupaten Bogor dalam Lomba Desa tingkat selanjutnya.


 

Penulis : Arief

Editor : Arifin Al jawi

 
 
 
.