52 Persen Pria Derita Ejakulasi Dini

  ©transbogor/Dimas Ferry
Ketua Asosiasi Seksolog Indonesia, Sudrajat

Ketua ASI: "52% laki-laki pada usia 40-70 tahun, mengalami disfungsi ereksi."


Trasnbogor.co - Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Cabang Bogor, paparkan tingginya tingkat penyakit disfungsi ereksi pada lebih dari separuh pria usia matang. Hal ini menjadi ironi karena kaum adam tampak tidak menganggap ejakulasi dininya sebagai penyakit, sementara keadaan ini memicu penderitaan psikis pada pasangannya.

"Hasil penelitian menyebutkan, 52% laki-laki pada usia 40-70 tahun, mengalami disfungsi ereksi. Sementara 3 diantara 4 orang laki-laki, mengalami ejakulasi dini kurang dari dua menit. Ejakulasi dini jumlahnya lebih banyak dari disfungsi ereksi,” kata Ketua Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Cabang Bogor, Sudradjat, ketika bincang-bincang dengan Transbogor, Sabtu (07/03/2015).

Sayangnya, lanjut Sudradjat, orang banyak menganggap hal itu biasa-biasa saja (normal) dan bukan dianggap suatu penyakit. “Sejauh ini mereka beranggapan ini normal, toh buktinya mereka bisa memiliki keturunan. Namun sebenarnya ini bisa  menjadi penderitaan baginya dan pasangannya (istri),” urainya.

Menurut pengamatannya, kebanyakan disfungsi ereksi atau ejakulasi dini terjadi disebabkan karena kebiasaanya tergesa-gesa saat hendak melakukan hubungan seks. Disamping juga adanya gangguan kelenjar tiroid, peradangan saluran kencing dan peradangan prostat. “Tapi lebih dominan peradangan saluran kencing. Faktor psikis juga jangan diabaikan,” ujarnya.

Untuk itu, Sudradjat meminta kepada masyarakat yang mengalami kedua gangguan tersebut untuk segera berkonsultasi pada ahlinya. Walau pun orang sering menganggap bukan suatu penyakit, setidaknya penderitaan tersebut bisa hilang. “Untuk itulah, kami perlu banyak tenaga profesional dalam bidang kesehatan seksualitas,” pungkasnya.


 

Penulis: Dimas Ferry

Editor: Dzulfiqar

.