Alasan Biaya, Masyarakat Masih Ada yang Enggan Daftar ke KUA

  Ā©Transbogor.co/Yusnir
Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Cileungsi, saat ditemui Transbogor.co, Kamis, (12/3/2015)

KUA Kecamatan Cileungsi : “Kita kan kalau nikah siri tidak bisa spesifik, nggak bisa kita deteksi juga, setiap kecamatan pasti ada (nikah siri).”


Transbogor.co – Walaupun pernikahan menjadi salah satu acara sakral yang notabennya secara Agama dan Negara harus sah, tapi masih saja ada masyarakat yang enggan mendaftarkan pernikahannya di Kantor Urusan Agama (KUA). Pasalnya, sebagian mereka lebih memilih nikah siri dari pada harus mendaftarkan pernikahannya di KUA dengan alasan biaya.

"Kita kan kalau nikah siri tidak bisa spesifik, nggak bisa kita deteksi juga, setiap kecamatan pasti ada (nikah siri)," kata Lukman Hakim, Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, kepada Transbogor.co, Kamis, (12/3/2015), di kantornya.

Terkait nikah siri, sambung Lukman, bahwa kurangnya animo masyarakat untuk mendaftarkan pernikahan mereka secara hukum,  karena alasan biaya pengurusan, meskipun tidak dalam jumlah besar.

"Sejauh ini kurang animo masyarakat untuk mendaftarkan (pernikahannya), kebanyakan karena biaya pengurusan," ungkapnya.

Diketahui, KUA Kecamatan Cileungsi sendiri mencatat sebanyak 1393 pasangan yang menikah secara agama dan negara.

"Kami mencatat pada tahun 2014 sebanyak 1393," tandasnya.


 

Penulis : Yusnir

Editor : Arifin Al Jawi

.