Obati Kesedihan Hati Dengan Ruqyah

  ©selimuthati.com
ilustrasi

Alhadits: “Bahawasanya Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam apabila sakit (karena 'ain) baginda membaca sendiri Al-Muawwizat [11], kemudian meniup padanya."


Transbogor.co - Setiap manusia menginginkan ketenangan hati dan jauh dari kesedihan guna membangkitkan energi positif dari dalam diri untuk melakukan aktifitas keseharian dengan baik dan meraih kesuksesan.

Ini lah salah satu cara unik umat Islam dalam mengobati kesedihan hatinya. Dengan membacakan suatu ayat seperti yang diajarkan agamanya (ruqyah).

Kalangan orang-orang Islam yang taat pada zaman terdahulu, biasa mengobati setiap kegelisahan hatinya dengan ruqyah.

“Bahwasanya Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam apabila sakit (karena 'ain) baginda membaca sendiri Al-Muawwizat [11], kemudian meniup padanya." alhadits.

Banyak ahli ilmu dari kalangan kaum muslimin menafsirkan kata 'sakit' pada tuntunan hadits tersebut sebagai sakit yang bukan hanya sakit fisik melainkan juga sakit psikis.

Beberapa jenis penyakit psikis yang dimaksud adalah gila, gelisah dan rasa sedih.

Berbagai tuntunan lain dari ajaran yang dibawa Muhammad Sallallahu'alaihi wasallam ini tampak senada dengan penafsiran hadits ruqyah tersebut.

Sebut saja perintah Dzikir (menyebut atau mengingat ALLAH subhanahu wata'ala) yang dimaksudkan untuk menentramkan hati si pelaku dzikir.

"Ketahuilah, hanya dengan berdzikir, hati menjadi tenang"

Secara psikologi, manusia memang selalu membutuhkan sandaran untuk membangkitkan energi yang menguatkan hati dan langkahnya.

Seperti orang yang hanya berenergi ketika mengingat ambisi masa depannya. Energi ini disebut Energi emosi.

Dan orang yang yang hanya berenergi ketika merasa ketakutan atau biasa disebut kalangan praktisi motivator sebagai Energi takut.

Serta orang yang hanya berenergi ketika mengingat anak atau pasangan hidup yang ia cintai (Energi cinta).

Intinya, energi manusia bersandar pada sesuatu di luar manusia itu sendiri. Dan kalangan praktisi motivator meyakini bahwa Energi Cinta adalah energi yang terbaik.

Bahkan tak sedikit dari motivator kontemporer yang menyebut Energi Cinta adalah Energi Tuhan atau Kekuatan Ilahi.

Maka meruqyah diri dan berdzikir adalah cara membangkitkan energi positif yang efektif dengan menentramkan hati dari kesedihan.

Berdasarkan tuntunan ajaran islam tersebut dan teori kalangan praktisi motivator kontemporer itu, maka patut disebut bahwa Ruqyah dan mengingat Sang Pencipta kemudian bersandar pada-NYA, sebagai upaya mudah untuk mengobati atau menguatkan hati dan membangkitkan energi positif dalam diri setiap manusia tanpa terkecuali.

Selamat mencobaaa!


 

Sumber: Berbagai Sumber

Editor: Dzulfiqar

.