Hukum Mandul, Hakim Jalanan pun Muncul

  Ā©transbogor.co/Irfan
Praktisi Hukum, DR. H. Ahmad Yulianto MH

Yulianto: "Timbul street justice akibat kekecewaan masyarakat seperti yang dilakukan FPI dan kelompok lainnya yang merasa penegakkan hukum terhadap minuman keras sangat lemah."


Transbogor.co - Praktisi Hukum DR. H. Ahmad Yulianto S.H, M.H, sebut penyebab munculnya aksi anarkis masyarakat berlabel penegakkan hukum tidak terlepas dari lemahnya penegakkan hukum di Indonesia, tak terkecuali wilayah Kabupaten Bogor. Pernyataan ini menyusul tigginya angka peredaran minuman keras dan konsumsi miras oplosan yang belakangan banyak menimbulkan kematian dan bisa memicu timbulnya peradilan jalanan.

"Aturan hukum bagi pengedar masih sebatas pelanggaran sehingga efek jera tidak efektif, maka timbul street justice akibat kekecewaan masyarakat seperti yang dilakukan FPI dan kelompok lainnya yang merasa penegakkan hukum terhadap minuman keras sangat lemah." tegas Yulianto kepada transbogor.co, Jumat (13/03/2015).

Ia mengaku prihatin terhadap maraknya peredaran minuman keras yang kian merajalela di wilayah kabupaten Bogor. "Saya melihat peredaran minuman keras sekarang cukup memprihatinkan, karena minuman keras yang beredar di masyarakat sekarang tidak hanya berefek memabukkan tetapi efeknya jauh lebih berbahaya, yaitu mematikan." katanya.

Lebih lanjut, ia memandang aparat penegak hukum seharusnya berani menerapkan pasal-pasal kejahatan yang bisa menimbulkan efek jera ketimbang pasal-pasal pelanggaran. "Penyidik (kepolisian) harus berani menerapkan pasal-pasal kejahatan dalam KUHP dan bukan pasal pelanggaran." tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kepolisian sektor Cibinong telah melakukan penggrebekan terhadap 3 toko penjual miras tanpa izin dan menyita sejumlah barang bukti dengan berbagai merek di Jl. Raya Mayor Oking Jaya Atmaja, Kelurahan Ciriung, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Sabtu malam lalu.


 

Penulis: Irfan DS

Editor: Dzulfiqar

.