Kenaikan Harga Gas Elpiji, Paksa Pengusaha Putar Subsidi

  Ā©transbogor.co/Rusadi Maulana
Pengusaha Restoran, Edy Dyas

Edy: "Selalu ada subsidi mana yang kita bisa untungkan dan mengcover keuntungan yang sedikit."


Transbogor.co - Kenaikan dan kelangkaan gas elpiji serta beberapa bahan kebutuhan masyarakat lainya, berdampak pada kenaikan harga kebutuhan masyarakat. Tidak terkecuali bagi Edy Diyas, pengusaha rumah makan Sinar Laut Jimbaran, yang mengaku menaikan harga beberapa jenis makanan guna mengimbangi jenis makanan lain yang tidak boleh naik harga.

Sebagai pebisnis, Edy menyebut strategi yang dilakukannya adalah subsidi silang. "Selalu ada subsidi mana yang bisa kita untungkan untuk mengcover keuntungan yang sedikit," Ujarnya kepada transbogor.co, Selasa (17/03/2015).

Menurut Edy, subsidi tersebut perlu untuk dilakukan pengusaha resto untuk mengcover komoditas pelengkap-pelengkap lainnya. "Contoh subsidi silang seperti kita menjual nasi dengan harga Rp 6000/porsi. Itu kalau kita hitung dari beli beras sampai masak sebenernya kita jual Rp 3.000 pun sudah untung. (Penaikan harga) itu (dilakukan) untuk mengcover pelengkap-pelengkap yang lain," jelasnya.

Edi berharap, pemerintah dapat lebih memperhatikan para pengusaha sebagai pemberi lapangan kerja kepada masyarakat. "Harapan saya, agar pemerintah memperhatikan pengusaha. Karena pengusaha itu, mereka berfikir bagaimana menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang-orang yang membutuhkan dan pemerintah harus mensupport pengusaha-pengusaha yang menggerakan tenaga kerja," katanya.

Ia beranggapan, pemerintah seharusnya lebih mengapresiasi para pengusaha. Pasalnya, pengusahalah yang membantu pemerintah dalam mengatasi masalah pengangguran dengan menyediakan lapangan pekerjaan.

"Pemerintah harus bersyukur karena dibantu untuk menangani pengangguran," tukasnya.



Penulis: Rusadi Maulana
Editor: Dzulfiqar

.