Batal ke Cariu, Jokowi Kunjungi Indramayu

©metroTV
Presiden Jokowi saat tiba di lokasi Panen Raya Indramayu

Jokowi: "Jangan sampai ada lagi beras impor,"


Transbogor.co - Meski batal kunjungi Cariu, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, Persiden RI, Joko Widodo tetap kunjungi Indramayu-Jawa Barat dalam agenda Panen Raya untuk Swasembada Pangan Nasional, Rabu (18/03/2015).

Indramayu merupakan daerah lumbung padi terbesar di Jawa Barat dengan area persawahan seluas 116 hektar. Dengan bekal tersebut, Indramayu menjadi kabupaten andalan dalam menyokong program Swasembada Pangan Nasional yang digalakkan pemerintah Jokowi.

Swasembada pangan ini dimaksudkan pemerintah Jokowi untuk menghindari impor beras ke Indonesia. "Jangan sampai ada lagi beras impor," tegas Jokowi di lokasi, seperti diberitakan metroTV.

Jokowi tiba di Indramayu pukul 09:20 WIB dengan iringan-iringan pengamanan kepresidenan lengkap. Tampak pihak kepolisian dan TNI tengah berada di lokasi bersama Jokowi. Didampingi Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, Presiden Jokowi tampak langsung meninjau lokasi persawahan di Indramayu.

Rencananya, pada lawatannya ke Indramayu hari ini, Jokowi akan mengadakan konsolidasi dengan pihak-pihak terkait untuk memaksimalkan hasil pertanian Indramayu guna mewujudkan swasembada pangan nasional dan upaya penanggulangan banjir di wilayah tersebut.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, batalnya kunjungan Jokowi ke Cariu, Bogor-Jawa Barat kemarin, disebabkan oleh adanya indikasi kuat akan terjadi unjuk rasa jelang kedatangan Jokowi. Terkait hal ini, belum ada kejelasan informasi baik dari pihak pemerintah daerah kabupaten Bogor ataupun dari aparat pengamanan wilayah Kabupaten Bogor.

Meski tidak dihadiri Presiden, agenda Panen Raya Cariu, Bogor-Jawa Barat, Selasa kemarin (17/03/2015), tetap berlangsung. Dalam kesempatan itu, Bupati Bogor, Nurhayanti mengatakan pentingnya intervensi Presiden dan Gubernur dalam mewujudkan swasembada pangan di Kabupaten Bogor.

"Kekurangan pasti ada, tapi minimal ini kan harus diintervensi oleh pemerintah pusat dan provinsi," katanya kemarin.



Sumber: Berbagai Sumber
Editor: Muhammad

.