Potret Kemiskinan: Di Sawah Orang, Amy Menggantung Rezeki

  Ā©transbogor.co/Yusnir
Amy, seorang petani warga Desa Sukamaju, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor

Amy: "Kita gak dihitung gaji, tapi kalau panen hasilnya dibagi rata dengan pemilik sawahnya,"


Transbogor.co - Menjadi seorang petani bukanlah perkara mudah, apa lagi sawah yang digarap bukanlah milik sendiri. Amy (42) warga Desa Sukamaju, Kecamatan Jonggol adalah satu dari sekian banyaknya buruh tani yang hidup dengan pendapatan hanya dua kali dalam setahun.

Amy menuturkan, sebagai seorang buruh tani pendapatannya tidak menentu. Sebab, kata dia, pendapatannya berasal dari hasil panen yang hanya dua kali dalam setahun.

"Kita gak dihitung gaji, tapi kalau panen hasilnya dibagi rata dengan pemilik sawahnya," kata Amy saat ditemui transbogor.co di Desa Sukamaju, Jonggol, Selasa (24/03/2015).

Meskipun begitu, dia sangat bersyukur masih ada orang yang mempercayakan sawahnya untuk ia kelola. Karena dari hasil memburuh sawah itulah ia bisa menghidupi keluarganya.

Sebut saja, Amat. Seorang anggota TNI yang memberi lahan mata pencaharian pada Amy yang memiliki suami dengan penghasilan tidak juga menentu.

"Ini punya pak Amat. Orangnya baik, anggota Koramil, dia tentara," tuturnya.


 

Penulis: Yusnir Ocu
Editor: Muhammad

.