Supir Angkot Keluhkan Tarif Angkot Yang Belum Naik

  ©transbogor.co/Dimas
Ilustrasi

Supir Angkot: “Dalam sebulan sudah naik Rp 700,-. Ini cukup memberatkan kami sebagai supir kalau ongkos tidak segera naik,"


Transbogor.co - Sejumlah supir angkutan kota (angkot) Kota Bogor mengeluhkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium yang belum diiringi dengan kenaikan tarif angkot dan mendesak pemkot Kota Bogor untuk segera menaikan tarif jasa angkutan umum tersebut.

Seperti diketahui, pada hari Rabu (28/03/2015), pemerintah mulai memberlakukan harga baru BBM jenis Premium menjadi Rp 7.400,-/liter. Harga premium tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp 500,-/liter dari harga pada 1 Maret 2015 yang hanya Rp 6.900,-/liter.

Dayat (45), supir angkot D-14 jurusan Bubulak-Sukasari kepada transbogor.co, Minggu (29/03/2015), mengaku bingung, sebab uang yang mereka hasilkan dari narik angkot hanya cukup untuk membeli BBM tanpa sisa keuntungan sebagaimana semestinya. “Lieur, habis buat beli bensin saja. Mana penumpang banyak yang tidak bayar penuh,” kata Dayat.

Dayat menyebut, BBM sudah naik dua kali. Dari semula harga premium per liter Rp 6.700,- menjadi Rp 6.900,- kemudian naik lagi menjadi Rp 7.400,-. “Dalam sebulan sudah naik Rp 700,-. Ini cukup memberatkan kami sebagai supir kalau ongkos tidak segera naik,” katanya.

Jika dulu BBM turun, Pemkot Bogor langsung menurunkan tarif angkot. Reaksi cepat dari pemkot tersebut, seharusnya juga diberlakukan sekarang saat BBM naik. “Kalau BBM naik, semestinya secepatnya ongkos angkot juga naik. Jangan pakai lama!” katanya kesal.

Dayat menyarankan pada kenaikan tarif jasa angkot mendatang, harus ditentukan angka kenaikan tarif angkot yang mengcover kemungkinan kenaikan harga BBM berikutnya. “Mending naik sekaligus jadi Rp 1.000,-. Jadi kalau bulan depan premium naik lagi, hitungannya pas dan tidak ada gejolak,” kata Dayat.

Sementara itu, Walikota Bogor, Bima Arya memastikan, pihaknya akan segera melakukan pembahasan terkait hal ini dengan Organisasi dan Dinas terkait. “Kami akan koordinasi dulu dengan DLLAJ dan Organda, soalnya BBM naik-turun. Besok, kami ada pertemuan dengan pihak terkait,” kata Bima.


 


Penulis: Dimas Ferry
Editor: Muhammad

.