Susul Kematian Markus, Bima Gebrak Pengamanan Dini Lingkungan

  ©transbogor.co/Dimas
Walikota Bogor, Bima Arya (tengah), saat rapat kerja bersama Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kota Bogor di Mapolwil Bogor, Rabu (1/4/2015)

Walikota Bogor: “Kami akan membentuk tim untuk operasi gabungan ini.”


Transbogor.co - Menyusul aksi penembakan terhadap Markus, Selasa (31/3/2015) malam tadi, Walikota Bogor, Bima Arya, menggelar rapat kerja bersama Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kota Bogor di Mapolwil Bogor, Jalan Kapten Muslihat, Bogor Tengah, siang hari tadi (1/4/2015).

Bersama Bima Arya, hadir dalam pertemuan tersebut Kapolres Bogor Kota (AKBP Irsan), Komandan Denpom III/I Bogor (CPM Andi Sukawati), Komandan Kodim (Dandim) 0606/Kota Bogor (Letkol ARH Rakhmat Santoso), para Kapolsek, para Camat dan Lurah yang ada di Kota Bogor.

Guna meminimalisir kemungkinan terulangnya tindak kejahatan serupa seperti yang dialami Markus, kata Bima, pihaknya akan melakukan langkah-langkah konkrit dan bekerjasama dengan seluruh pihak. “Kami akan membentuk tim untuk operasi gabungan ini,” katanya.

Sebagai langkah nyata, Bima juga mengatakan akan mengaktifkan kembali sistem pengamanan konvensional sebagai upaya pertahanan dini lingkungan dari tindak kejahatan.

“Kami akan efektifkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) lintas wilayah. Indentifikasi titik-titik rawan pencurian dengan pemberat (curat) seperti rumah, kost-kostan, sekolah atau tempat-tempat umum,” katanya.

Terkait rendahnya standart CCTV yang digunakan oleh para pebisnis, Bima memastikan dirinya akan segera membuat ketetapan agar rekaman video dari CCTV tersebut bisa langsung diolah oleh kepolisian setiap kali dibutuhkan, tanpa harus meningkatkan pixel gambar seperti yang terjadi pada kasus Markus.

“Saya akan buat Surat Edaran agar kamera CCTV yang dipasang harus standar. Jangan yang abal-abal,” tegasnya.

Meningkatkan sinergitas antara masyarakat dengan jajaran pemerintahannya, Bima juga memastikan akan mengaktifkan sistem pengaduan online sesegera mungkin.

“Pemkot akan aktifkan lagi pengaduan online, jadi jika warga melihat ada sesuatu yang mencurigakan, bisa (melapor-red) via online,” pungkasnya.



Penulis: Dimas Ferry
Editor: Muhammad

.