Mudahkan Wajib Pajak, Dispenda Kota Bogor 'Launching' Mesin EDC

  Ā©transbogor.co/Dimas Ferry
Bima Arya dan Usmar Hariman, memantau para staff Dispenda melayani para wajib pajak dengan menggunakan EDC, Kamis, (3/4/2015)

Walikota Bogor : “Dengan mesin EDC, kendala yang sering dihadapi wajib pajak yang tidak bisa datang bisa kami tangani. Berapa pun transaksi yang dilakukan oleh WP, akan  Dispenda layani. Kan tidak lucu, WP transaksinya hanya Rp 10 ribu tapi ongkosnya mencapai Rp 50 ribu.”


Transbogor.co - Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Bogor, melakukan terobosan-terobosan terhadap Wajib Pajak (WP) yang lokasinya sulit dijangkau dengan mengeluarkan mesin Elektronic Data Capture (EDC). Penggunaan mesin EDC lebih istimewa karena Kota Bogor merupakan kota pertama di Jawa Barat yang menggunakan mesin EDC.

“Dengan mesin EDC, kendala yang sering dihadapi wajib pajak yang tidak bisa datang bisa kami tangani. Berapa pun transaksi yang dilakukan oleh WP, akan  Dispenda layani. Kan tidak lucu, WP transaksinya hanya Rp 10 ribu tapi ongkosnya mencapai Rp 50 ribu,” ujar Walikota Bogor, Bima Arya, ketika melauching penggunaan mesin EDC pada  Pekan Panutan Pembayaran PBB P2 Tahun 2015  di Balaikota, Kamis (2/4/2015).

Mesin EDC, jelasnya, adalah salah satu terobosan Dispenda dengan menggandeng  Bank BJB guna memenuhi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2015 yang jumlahnya mencapai Rp 617 miliar.

“Secara target, hingga akhir Maret sudah tercapai 16 persen atau Rp 100 miliar.  Alhamdulillah, target sudah on the track sebab ini masih triwulan pertama,” jelas Bima.

Lebih lanjut Bima mengatakan, PWP 2 sebagai komponen pajak daerah menargetkan tahun 2015 akan menerima Rp 81 miliar.  Realisasi  hingga 31 Maret sudah mencapai Rp 13.9 miliar (17persen).

“Untuk mengamankan target PWP 2 ada armada mobil keliling sebanyak 4 unit yang bergerak seminggu 2 kali. Kami juga  Intesif melakukan pemasangan plang kepada objek-objek pajak yang memiliki tunggakan,” tegasnya.

“Untuk pengeplang pajak, kami kerjasama dengan Kejaksaan untuk penagihan aktif,” pungkasnya.


 

Penulis : Dimas Fery

Editor : Arifin Al Jawi

.