Dari 'Banker' Jadi 'Enterpreneur'

  Ā©transbogor.co/Rusadi Maulana
Owner Terminal Ketan, Dina Martini, bersama Ayah Bundanya di Resto Terminal Ketan, Jl. Alternatif Cibubur, KM. 2-3, Jakarta Timur

Dina Martini: "Aku banker sebenernya, sebelum akhirnya memutuskan resign dan jadi enterpreneur kuliner."


Transbogor.co - Geliat wirausaha muda Indonesia tampaknya juga bisa terwakili dari sosok Dina Martini, wanita muda asal Malang-Jawa Timur yang memilih menjadi pengusaha ketimbang melanjutkan karir gemilangnya di sebuah Bank di Jakarta.

"Aku banker sebenernya, sebelum akhirnya memutuskan resign dan jadi enterpreneur kuliner," ungkap Dina.

Kepada Transbogor.co, Dina mengaku, kesukaannya pada makanan tradisional dan kesenangannya untuk nongkrong bersama teman-teman menginspirsi dirinya untuk membuat spot nongkrong yang berbeda. "Aku tuh suka nongkrong dan suka makanan tradisional," katanya.

"Kalo aku mau nongkrong ada tempat, kalo mau ketan ada tempat. Alhamdulillah ternyata banyak yang punya pikiran sama (ingin nongkrong-red)," imbuhnya.

Karena jeli melihat peluang, saat melihat tempat bagus pun Dina langsung menyewa tempat tersebut. Meski bisnisnya tidak segera di-launching usai memiliki tempat dengan posisi yang yahud, Dina segera memajang plang usahanya dan membuat masyarakat penasaran.

"Kalo aku tuh biasa begitu kalo buka usaha. Pertama, sengaja aku pajang aja dulu plang nya, jadi orang tau dulu-kalo nanti akan ada kita (di lokasi plang-red)," kata Dina mengungkap sedikit strategi bisnisnya.

Selain jeli melihat lokasi, kejelian melihat pangsa pasar juga menjadi penentu kesuksesan Dina. Menyadari banyaknya jumlah masyarakat Jawa yang tinggal di Jakarta dan kemampuannya membuat masakan khas jawa timur, membuat Dina meyakini kesuksesan bisnisnya meski harus meninggalkan pekerjaanya sebagai banker.

"Jadi emang, makanan tradisional sana yang nggak ada disini-termasuk bahannya-itu aku bawa dari sana (Jawa Timur-red). Sehingga, orang nggak perlu pulang kampung untuk ngerasain makanan (Jawa Timuran-red) yang enak," katanya.

Benar saja, dari pengorbanannya meninggalkan pekerjaan yang terbilang cukup bergengsi sebagai banker demi menjalani usaha kuliner Jawa, Dina memanen peningkatan finansial yang fantastis kini.

"Sekitar Rp 50-an juta lah per minggu," katanya penuh syukur di Terminal Ketan milknya yang berlokasi di Jl. Alternatif Cibubur, KM. 2-3, Jakarta Timur.

Waaw, fantastis bukan? Nah, bagi anda yang merasa tertarik untuk mencoba dunia wirausaha, langkah Dina bisa menjadi acuan anda untuk meraih kesuksesan.


 

Penulis: Rusadi Maulana

Editor: Muhammad

.