Siap-siap, Iuran BPJS Naik Tahun Depan

┬ęduwitmu.com
Ilustrasi

Direktur Pelayanan BPJS: "Bisa iurannya yang naik, bisa manfaatnya yang dikurangin, mungkin terlalu banyak. Tapi saat ini sedang dibahas untuk kenaikan iuran tahun 2016, jadi untuk tahun depan."


Transbogor.co - Direktur Pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), Fajriadinur, menyampaikan bahwa terjadi mismatch antara besarnya iuran yang masuk ke BPJS dari peserta dengan dana yang dikeluarkan untuk pemanfaatan layanan di tahun 2014. Jika dibiarkan, hal ini bisa mengganggu sustainability atau ketahanan program JKN.

"2014 kan mismatch antara dana yang masuk dengan dana yang keluar dan menyebabkan defisit. Meskipun begitu, sesuai dengan PP 87 tahun 2013 jika terjadi defisit, maka pemerintah akan memberikan bantuan dan harus melakukan review, termasuk review iuran dan manfaat," tutur Fajri dalam diskusi Bincang Senator di Brewekz Cafe, Senayan City, Jakarta Selatan dan ditulis pada Senin (6/4/2015).

Review dibutuhkan untuk melakukan hitung ulang antara besaran manfaat yang diterima pasien dengan besarnya iuran. Fajri mengatakan bahwa dalam review, bisa saja diputuskan untuk menaikkan iuran.

"Bisa iurannya yang naik, bisa manfaatnya yang dikurangin, mungkin terlalu banyak. Tapi saat ini sedang dibahas untuk kenaikan iuran tahun 2016, jadi untuk tahun depan," tuturnya lagi.

‎Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr. Zaenal Abidin setuju soal adanya kenaikan iuran. Menurut dr. Zaenal memang harus ada kenaikan agar ada keseimbangan antara manfaat dengan dana yang dibayarkan.

"BPJS ini kan bleeding, istilahnya perdarahan gitu. Makanya harus dilihat besarnya iuran dengan manfaat yang didapat," ungkapnya.

"Iuran minim, tapi manfaat yang diterima besar sekali kan? 155 penyakit, hampir semuanya dijamin. Makanya harus ada kenaikan iuran," tutup Zaenal.



Sumber: detik.com
Editor: Muhammad

.