Pedagang Minta Nurhayanti Sikapi Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok

  Ā©Transbogor.co/Irfan DS
Warung Makan Imah, di Desa Jatisari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Warga: "Saya minta Ibu Bupati untuk tanggap dengan naiknya harga-harga kebutuhan, hidup makin sulit."


Transbogor.co - Jelang dua minggu sejak kenaikan terakhir harga BBM Maret kemarin, harga-harga kebutuhan pokok mulai merangkak naik di sebagaian wilayah.

Antisipasi semakin parahnya tingkat kenaikan harga, Imah (45) seorang penjual makanan di Desa Jatisari Kecamatan Cileungsi meminta Bupati Nurhayanti untuk sigap menyikapi kondisi pasar saat ini.

"Saya minta Ibu Bupati untuk tanggap dengan naiknya harga-harga kebutuhan, hidup makin sulit." ujar Imah kepada Transbogor.co, Rabu (8/4/2015).

Kenaikan harga tersebut, kata Imah, variatif antar jenis barang pokok. Kenaikan berkisar pada angka Rp 2 ribuan rupiah. "Gas elpiji 3 kg aja 20 ribu, sebelumnya harga masih 18 ribu. Cabai mahal, bawang merah sekarang pada naik. Sekarang pusing lah, semua pada naik" katanya.

Bagi pedagang, tentu naiknya biaya produksi memaksa mereka menaikkan harga jual dagangannya. Namun, konseksuensi pahit pun menanti, pasalnya saat pedagang kecil seperti Imah menaikkan harga dagangannya, siapa yang akan membeli dagangannya? Karena tentu konsumen bagi pedagang kecil adalah konsumen berlatar belakang 'orang kecil' juga.

"Dagangan semakin sulit, karena tidak sesuai dengan harga belanja yang kita beli di pasar. Kita juga tidak berani menaikkan harga," tutupnya.



Penulis: Irfan DS
Editor: Muhammad

.