Awas!!! Komunitas 'Swinger' Jangan Sampai Masuk Bogor

  Ā©Transbogor.co/Irfan DS
Kepala KUA Cileungsi Bogor, Lukman Hakim

Kepala KUA Cileungsi : “Apa pun nama komunitas tersebut, sepanjang sudah melanggar hukum baik segi agama dan negara, kita tolak.”


Transbogor.co – Kantor Urusan Agama (KUA) Cileungsi, mulai bergerak untuk melakukan pencegahan terhadap maraknya komunitas ‘swinger’. Diketahui, komunitas ‘swinger’ yaitu sekumpulan orang yang memperbolehkan atau suka tuka-tukaran pasangan untuk melakukan hubungan intim.

Komunitas tersebut sangat mengkhawatirkan, pasalnya kegiatan yang dilakukan para anggota komunitas ‘swinger’ sangatlah bertentangan dengan Agama dan etika moral budaya Indonesia. Tapi anehnya masyarakat seakan menyetujui kegiatan ini, bahkan bila dilihat anggota komunitas ini sudah mencapai 6.131, dan tidak menutup kemungkinan akan terus bertambah.

Dengan itu, KUA Cileungsi, yang merupakan wilayah penyangga Kabupaten Bogor dengan Bekasi, akan melakukan penghimbauan pengawasan terhadap masyarakat agar komunitas seperti itu tidak masuk di wilayahnya dan menolak keras komunitas tersebut.

“Apa pun nama komunitas tersebut, sepanjang sudah melanggar hukum baik segi agama dan negara, kita tolak," tegas Kepala KUA Cileungsi, Lukman Hakim, kepada Transbogor.co, Jumat, (10/4/2015), di kantornya.

 "Cileungsi penyangga kota besar yang diharapkan jangan sampai ada komunitas ‘swinger’, sebab itu hukumnya zinah,” lanjutnya lagi.

 Ia pun mengingatkan, bahwa berhubungan badan bila tidak melalui aturan akad yang sesuai agama hukumnya tidak boleh atau haram, dan itu termasuk perbuatan zinah.

"Karena yang memperbolehkan hubungan badan itu harus menikah dan ada ikatan perkawinan itu yang benar dan hanya kepada pasangan yang sah," jelasnya.

Terkait tukar-tukaran pasangan yang dilakukan komunitas ‘swinger’, ia mempertanyakan status anaknya bila dikemudian sang wanita hamil.

"Seandainya wanita tukar pasangan itu hamil dan anak itu bernazab kepada siapa ,sehingga bingung menentukan siapa walinya ,dan dicatatan sipil bagaimana pencantumannya," ujarnya.


 

Penulis : Irfan Sinaga

Editor : Arifin Al Jawi

.